In Memoriam Djumongkas Hutagaol, tidak Diizinkan Naik Angkot, Malah Jadi Dirut Medan Bus

DJUMONGKAS Hutagaol terkenal sebagai salah satu tokoh pengusaha sukses di Kota Medan bahkan Sumatera Utara. Pria kelahiran 31 Agustus 1946 di Desa Hutabulu Mejan Balige ini, bahkan dikenal sebagai salah satu tokoh utama transportasi di Kota Medan.

Selain CV Medan Bus yang kemudian berkembang menjadi PT Medan Bus Transport, JH, sapaan akrab Djumongkas Hutagaol, juga memiliki perusahaan angkutan lain, yaitu San Dhra Frima serta taksi yang pernah beroperasi di KNIA. Dia bahkan dipercaya Kemenhub RI selama beberapa tahun menjadi operator Trans Metro Deli, melalui PT Medan Bus Transport.

Namun nyaris tak ada yang tahu, bahwa tokoh ini, saat awal merantau ke Kota Medan, hidup dengan kondisi ekonomi sangat prihatin. Bahkan sering tidak diizinkan jadi penumpang oleh driver Medan Bus, karena diyakini tidak punya uang untuk ongkos.

Namun JH tidak kenal menyerah. Merantau ke Kota Medan, selepas tamat STM, tanpa modal apa-apa, tidak membuatnya putus asa. Semua upaya dilakukan, termasuk menjadi kuli bangunan. Berkat ketekunannya belajar, ia pun berkembang menjadi tukang. Bahkan malah bisa menjadi pemborong bangunan.

Dengan modal keahlian tukang dan pemborong bangunan, JH pun sempat bekerja di BUMN PT Nindya Karya. Ia bekerja seraya menabung mengumpulkan modal, yang entah apa sebabnya, kemudian tertarik ke dunia transportasi umum.

Perjuangannya di dunia transportasi umum ini pun tidak ringan. Berbagai tantangan yang bahkan mengancam keselamatan jiwa, dihadapi. Hingga akhirnya, berhasil menjadi pemilik CV Medan Bus, yang dulu bahkan pernah menolak dirinya menjadi penumpang.

Nama dan usahanya pun semakin berkembang pesat. Djumongkas pun mulai terlibat politik, di antaranya menjadi salah satu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, semasa almarhum Rudolf Pardede menjadi ketuanya.

Keterlibatannya di dunia politik, juga menjadikan JH dekat dengan para wartawan. Di mana dalam perkembangannya, JH adalah salah satu tokoh pengusaha dan politik, yang sangat dekat dengan jurnalis, salah satunya penulis sendiri.

Semasa hidupnya, JH dikenal sebagai tokoh masyarakat yang kokoh pada prinsip dan berani menyuarakan perlawanan terhadap kesewenangan.

Di awal era reformasi, Djumongkas bersama tokoh aktivis seperti Timbul Raya Manurung, Parlin Manihuruk, Japorman Saragih, Ramses Simbolon, Torang Nadeak, Efendi Tambunan, Roy Fachraby Ginting, Alamsyah Hamdani, Nitema Gulo, dan lainnya, pernah membentuk Agresu (Aliansi Gerakan Reformasi Sumatera Utara), dan jadi lokomotif reformasi di Sumut.

Djumongkas juga pernah menjadi Ketua DPD Apersi, sebuah organisasi perusahaan properti dan membangun sejumlah kawasan pemukiman di Sumut. Aktivitas sebagai pengusaha, politisi, diimbangi dengan perhatiannya yang besar bagi kegiatan di HKBP sebagai warga jemaat, termasuk dengan membentuk FKW HKBP. Begitu juga dalam dunia Adat Budaya Batak.

Ia bersama tokoh-tokoh Batak lainnya juga berjuang menggolkan Provinsi Tapanuli sebagai upaya mengangkat Tapanuli dari peta kemiskinan. Kemampuannya memotivasi pergerakan di lapangan, bahkan membuat kagum salah seorang seterunya, yang kemudian malah mengajak silaturahmi dan berakhir dengan kerjasama.

Namun akhirnya, perjalanan hidup tokoh Sumatera Utara ini berakhir, saat Tuhan memanggilnya. Op Doddy Doli ini meninggal dunia dengan tenang, Senin (19/1/2026), di RSUP H Adam Malik Medan, sekira pukul 14.05 WIB. Beliau meninggal pada usia 79 tahun, meninggalkan istri R Boru Sitompul dan enam anak serta 24 cucu.

Ia mewariskan sejumlah unit usaha kepada generasi penerusnya, seperti usaha angkutan PT Medan Bus, San Dhra Frima, Kilang Padi 556, Pertukangan Kayu CV Mekar Sari, jasa titipan kilat, apotik. Bahkan dua hari jelang kepergiannya, Djumongkas masih sempat meresmikan unit usaha baru, 556 Pool & Cafe.

Rudi Sitorus menantu almarhum menyampaikan, acara Ria Raja dilaksanakan Rabu, 21 Januari 2026 mulai pukul 20.00 WIB. Acara Adat Partuatna, Kamis, 22 Januari 2026. Alamat duka Jalan Syahruddin/Jalan M Nawi Harahap Gang Bersama No 56 Sitirejo III Medan Amplas.

Almarhum akan dikebumikan di pekuburan keluarga di Dolok Nagodang, Balige Kabupaten Toba, Jumat, 23 Januari 2026. “Kami mohon doa dari seluruh keluarga, kerabat, handai tolan dan masyarakat luas agar seluruh acara berjalan dengan baik. Atas nama keluarga kami juga mohon maaf atas kesalahan orangtua kami semasa hidupnya,” ucap Rudi Sitorus. (Oleh: Raja P Simbolon, dirangkum dari berbagai sumber)

Related posts

Leave a Comment