topmetro.news, Medan – Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Medan mendesak pembenahan menyeluruh sistem kesehatan daerah. Kritik ini mencuat seiring masih tingginya warga yang memilih berobat ke luar negeri akibat dinilai belum optimalnya layanan di dalam kota.
Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Medan, Senin (6/4/2026), terkait jawaban fraksi atas tanggapan kepala daerah terhadap Ranperda perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen, bersama Wakil Ketua Rajudin Sagala, Zulkarnaen, dan Hadi Suhendra. Hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap beserta jajaran OPD.
Pandangan Fraksi PSI disampaikan juru bicara Hendri John Hutagalung. Ia menilai respons pemerintah terhadap ranperda masih normatif dan belum menyentuh akar persoalan layanan kesehatan.
Menurutnya, fenomena warga yang berobat ke luar negeri—khususnya Malaysia—menjadi indikator nyata masih adanya ketidakpuasan terhadap layanan kesehatan di Kota Medan.
“Ini menunjukkan kualitas layanan kita masih perlu dibenahi secara serius,” tegasnya.
Selain itu, PSI juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap fasilitas layanan kesehatan, termasuk dugaan praktik pelayanan yang tidak ditindak secara hukum.
Fraksi ini turut mengungkap masih adanya perbedaan perlakuan antara pasien BPJS Kesehatan, UHC, dan pasien umum di sejumlah fasilitas kesehatan.
Untuk itu, PSI mendorong pembentukan sistem pengaduan publik yang terintegrasi serta penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan pelayanan berjalan sesuai aturan.
Di sisi lain, ketersediaan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian, seperti kebutuhan ambulans di setiap puskesmas serta pemerataan pembangunan puskesmas pembantu.
“Kami ingin sistem kesehatan yang adil, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
PSI menegaskan akan mengawal pembahasan ranperda agar menghasilkan kebijakan yang mampu memperbaiki kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh di Kota Medan.
reporter | Thamrin Samosir

