SPOBDA/SPOBNAS Sumut Rutin Lakukan Evaluasi Atlet Setiap Pertiga Bulan

topmetro.news, Medan -SPOBDA/SPOBNAS Sumut (Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah/Nasional Sumatera Utara), rutin melakukan evaluasi atlet pertiga bulan sekali, agar melihat dan memantau perkembangan atlet.

Hal ini dilakukan guna melihat sudah sejauh mana grafik peningkatan kualitas para atlet yang selama ini mengikuti program pembinaan atlet pelajar yang dipusatkan di SPOBDa daerah ini yang beralamat di Jalan Mesjid Medan Sunggal.

“Jadi dalam evaluasi pertiga bulan tahap pertama, dijadikan peringatan bagi setiap atlet yang ikut program pembinaan. Artinya dia atlet diminta untuk lebih giat lagi berlatih agar bisa mencapai peningkatan yang diharapkan,” kata Kepala UPT PPLP(SPOBDA/SPOBNAS Sumut (Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah/Nasional) Disporasu, H Apri Sugiarto pada wartawan di Medan, Rabu (8/4/2026).

Dikatakan, menyangkut peningkatan sangat perlu sekali. Sebab ketika sudah siap menjadi pelaku olahraga, maka dari hasil latihan akan dijadikan modal utama guna meraih prestasi terbaik saat mengikuti event Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) 2027 mendatang di Jakarta.

“Tapi peningkatan juga tidak bisa dicapai, maka mau tidak mau si anak harus terdegrasi. Sebab sistim promosi dan degradasi tetap dilalukan,” ucap Apri lagi.

Disinggung soal sepakbola, pria asal kota minyak Pangkalan Berandan Kabupaten Langkat ini mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pemain cabang olahraga paling populer yaitu sepakbola, pastilah melalui proses panjang.

Dan membutuhkan dana yang cukup besar, sehingga menjadi kendala dimana penerapan efesiensi dana yang diterapkan pemerintah cukup menyulitkan untuk melakukan pembinaan secara serius.

Memang secara statistik juara umum yang diraih tim sepakbola PPLP pada tahun 2013 lalu, sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Apalagi secara nasional, sepakbola daerah ini hanya mampu bertarung diposisi satu, dua dan tiga saja.

“Artinya itu tadi, kendalanya diefesiensi dana, Apalagi saat ini di PPLP Sumut adanya pengurangan atlet seperti cabor gulat yang hanya tinggal dua orang saja berlatih,” kata Apri lagi.

Begitu juga soal pelatih sepakbola, Apri menambahkan, memang sampai saat ini masih ditangani Colly Misrun. Tidak tertutup kalau memang ada pelatih yang lebih mumpuni akan direkrut agar hasilnya lebih baik.

“Tapi kita tidak serta merta menggantikan pelatih lama ke baru. Ya seleksi tetap kami lakukan agar tidak adanya kekecewaan. Makanya doan kami agar bisa melakukan perubahan-perubahan positif jelang event pelajar tahun mendatang agar nama baik pelajar daerah ini bisa kembali berada diposisi terbaik nasional,” pungkasnya mengakhiri.

Reporter | Yonan Febrian

Related posts

Leave a Comment