DPRD Medan Temukan Kejanggalan Pajak Parkir

topmetro.news, Medan – Sejumlah temuan di lapangan terkait pajak parkir di Kota Medan memicu sorotan dari DPRD. Anggota DPRD Medan, dr Faisal Arbie M Biomed, menilai penerimaan pajak parkir selama ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan berpotensi merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Faisal Arbie yang juga tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) PAD DPRD Medan, usai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi usaha.

“Kami menemukan banyak kejanggalan. Laporan pajak parkir yang disetor sangat kecil, padahal jumlah kendaraan yang parkir di lokasi usaha tersebut sangat ramai. Ini jelas tidak masuk akal,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan dalam mengawasi dan memaksimalkan penerimaan pajak parkir.

Menurut Faisal, potensi PAD dari sektor parkir sebenarnya cukup besar jika dikelola secara transparan dan profesional. Karena itu, ia mendesak Bapenda segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kita menduga ada kebocoran yang cukup signifikan. Bapenda harus lebih serius dan tegas dalam melakukan pengawasan agar tidak ada celah kecurangan,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Dalam sidak yang dilakukan, Pansus PAD menemukan ketidaksesuaian setoran pajak di sejumlah lokasi usaha, termasuk area parkir restoran di Jalan SM Raja. Dari hasil pengamatan, jumlah kendaraan yang parkir tergolong tinggi, namun nilai pajak yang disetorkan justru minim.

Temuan serupa juga didapati di lokasi usaha lainnya yang hanya melaporkan setoran pajak sekitar Rp500 ribu per bulan, meski kondisi parkir di lapangan terlihat padat.

Tak hanya itu, Faisal juga mengungkap adanya persoalan dalam pelaporan pajak hiburan dan hotel. Ia menyebut terdapat indikasi ketidaksesuaian penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD), yang seharusnya dibedakan berdasarkan jenis usaha.

“Ini harus ditertibkan karena bisa berdampak pada akurasi penerimaan pajak daerah,” katanya.

Faisal pun mendorong Bapenda untuk lebih proaktif dalam menggali potensi PAD, khususnya dari sektor pajak parkir di berbagai titik usaha seperti restoran, minimarket, dan pusat aktivitas masyarakat lainnya.

“Kalau dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi sumber PAD yang signifikan bagi Kota Medan,” pungkasnya.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment