topmetro.news, Medan – Maraknya aksi pencurian dan tindak kriminal mendapat perhatian serius dari DPRD Medan. Wali Kota Medan Rico Waas, diminta memastikan keberadaan pos siskamling di setiap lingkungan benar-benar berjalan maksimal demi menjaga keamanan masyarakat.
Anggota Komisi 1 DPRD Medan Margaret MS, menilai instruksi pembentukan pos siskamling yang sebelumnya disampaikan pemerintah harus ditindaklanjuti secara serius dan dievaluasi pelaksanaannya di lapangan.
“Wali Kota Medan supaya menindaklanjuti instruksinya terkait pembentukan pos siskamling di setiap lingkungan. Harus dipastikan apakah benar sudah terbentuk dan bagaimana pelaksanaannya sehingga persoalan keamanan dapat dicari solusi bersama,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Menurut Margaret, hingga kini masih banyak lingkungan di Kota Medan yang belum memiliki pos siskamling. Bahkan, sejumlah pos yang telah berdiri dinilai belum berfungsi optimal dalam menjaga keamanan warga.
Ia mengaku kondisi kriminalitas saat ini cukup mengkhawatirkan. Margaret bahkan mencontohkan kasus pencurian yang terjadi di kawasan tempat tinggalnya meski telah memiliki sistem keamanan lingkungan.
“Di kompleks perumahan saya minggu lalu juga terjadi pencurian. Padahal warga sudah membayar uang keamanan dan ada penjagaan pos, tetapi maling tetap bisa masuk,” katanya.
Margaret menilai kendala utama pendirian pos siskamling adalah persoalan biaya dan keterbatasan fasilitas. Kondisi itu membuat para kepala lingkungan menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan sistem keamanan lingkungan yang efektif.
Meski demikian, ia menegaskan keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala lingkungan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat melalui semangat gotong royong.
“Pos siskamling seharusnya dibangun dengan semangat kebersamaan supaya beban biaya tidak terlalu berat. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama demi keamanan lingkungan,” ucapnya.
Margaret juga meminta pihak kelurahan dan kecamatan ikut membantu pendirian pos siskamling sekaligus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit saat ini juga menjadi salah satu faktor meningkatnya aksi kriminalitas seperti begal dan pencurian di Kota Medan.
“Karena itu perlu kerja sama semua pihak, mulai dari lingkungan, kelurahan hingga kecamatan. Sosialisasi tentang pentingnya pos siskamling juga harus dilakukan secara masif,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah kepala lingkungan di Medan mengaku masih mengalami kesulitan dalam mendirikan pos siskamling. Selain keterbatasan dana, persoalan lahan juga menjadi hambatan utama.
“Kami kesulitan mendapatkan dana untuk biaya pendirian pos siskamling, termasuk untuk operasionalnya,” ujar salah seorang kepala lingkungan yang enggan disebutkan namanya.
reporter | Thamrin Samosir

