topmetro.news, Rantauprapat – PT PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Simpang Kawat terus memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk ‘Generasi Cerdas Paham Bahaya Listrik’, di SMA Negeri 1 Air Batu, Kabupaten Asahan, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para siswa dan guru tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menanamkan budaya keselamatan sejak dini. Melalui sosialisasi ini, pelajar dibekali pemahaman mengenai penggunaan listrik secara aman, bijak, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dalam kegiatan tersebut, PLN menyampaikan berbagai materi mengenai potensi bahaya kelistrikan, mulai dari risiko menyentuh instalasi listrik tanpa pengamanan, larangan bermain di sekitar jaringan listrik, bahaya menggunakan perangkat listrik secara tidak tepat, hingga langkah awal yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi darurat akibat sengatan listrik.
Manager PLN ULP Simpang Kawat Mujibur Rahman mengatakan, edukasi merupakan langkah preventif yang penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat listrik.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pelajar semakin memahami bahwa listrik memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, tetapi penggunaannya harus tetap memperhatikan aspek keselamatan. Edukasi menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan listrik, khususnya di lingkungan sekolah dan rumah tangga,” ujar Mujibur.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat Dwita A Syafitri, mengapresiasi antusiasme para siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara PLN dan dunia pendidikan perlu terus diperkuat agar pemahaman mengenai keselamatan listrik dapat menjangkau lebih banyak pelajar.
“Dengan membangun kesadaran sejak dini, para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Budaya sadar keselamatan akan mendukung terciptanya lingkungan yang aman, produktif, dan berkelanjutan,” kata Dwita.
Secara terpisah, GM PLN UID Sumut Mundhakir menyampaikan, bahwa aspek keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kelistrikan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan perlu berjalan seiring dengan penguatan literasi masyarakat.
“Energi listrik memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, menghadirkan listrik tidak cukup hanya dengan memastikan pasokan yang andal. Hal yang juga penting adalah membangun pemahaman agar energi listrik digunakan secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Mundhakir.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.
“Ketika pemahaman mengenai keselamatan listrik ditanamkan sejak dini, kita sedang membangun fondasi masyarakat yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi perkembangan teknologi energi. Kesadaran tersebut juga menjadi modal penting menuju ekosistem energi yang semakin modern dan berkelanjutan,” tambah Mundhakir.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap para siswa mampu mengenali potensi bahaya listrik serta menerapkan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari. PLN juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan potensi gangguan maupun bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
sumber | RELIS

