topmetro.news, Langkat – Puluhan Kepala Puskesmas bersama Bidang Tata Usaha masing-masing Puskesmas, ‘berpelesiran’ ke Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sejak Selasa (16/6/2026).
Informasi yang dihimpun media ini dari salah seorang kapus membenarkan jika mereka saat ini sedang berada di Batam. “Iya Pak. Ada kunjungan ke Puskesmas Sekupang yang sudah BLUD,” ujarnya.
Sementara sumber di Dinas Kesehatan Langkat menyebutkan, jika seluruh Kapus dan Tata Usaha tersebut berangkat ke Batam untuk agenda kunjungan kerja (kunker) terkait program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), guna meningkatkan fleksibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Sebenarnya kegiatan program BLUD ke Batam ini digelar selama 3 hari, yakni mulai Rabu sampai Jum’at. Ya, mungkin mereka sekalian jalan-jalan pulangnya bisa hari Minggu,” ujar sumber.
Informasi lainnya yang diperoleh media ini malah mengatakan jika biaya keberangkatan para Kapus dan TU tersebut, diduga menggunakan anggaran dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang notabene merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Kementerian Kesehatan. Dana ini sejatinya digunakan untuk mendanai operasional pelayanan kesehatan primer, upaya promotif-preventif, penurunan stunting, pelacakan gizi, dan penanganan penyakit menular.
Padahal, status 32 puskesmas se-Kabupaten Langkat ini, seharusnya sudah menguasai dan merealisasikan BLUD. Namun, seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama ini yang konon disebut-sebut telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), nyatanya masih jauh dari harapan. Namun, sepertinya para Kapus juga diduga belum mampu menjalankan dan merealisasikan fungsi BLUD itu sendiri, sehingga harus belajar lagi ke Batam.
Ironisnya, guna menunjang biaya tugas sekaligus biaya ‘jalan-jalan’, para Kapus ini disebut-sebut memotong penghasilan tukin dan dari BPJS masing-masing para dokter puskesmas yang membuka praktik pelayanan kesehatan sendiri.
“Ya. Salah satunya memotong dana BPJS kita Bang. Padahal, program peningkatan pelayanan kesehatan yakni BLUD yang dilakukan seluruh kapus saat ini ke Batam, sulit terealisasi. Sebab, hampir seluruh puskesmas, sarana perlengkapan Alat Kesehatan (Alkes) masih belum memadai,” ujar salah seorang dokter di Kabupaten Langkat kepada media ini, Rabu (17/6/2026).
reporter| Rudy Hartono

