Semen Dua Bulan Langka di Sumut, Harga Tembus Rp85 Ribu per Sak

topmetro.news, Medan – Kelangkaan semen yang telah berlangsung sekitar dua bulan di berbagai wilayah Sumatera Utara (Sumut) memukul telak sektor konstruksi.

Harga semen berbagai merek melonjak liar hingga menembus Rp85 ribu per sak, jauh di atas harga normal yang sebelumnya hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per sak.

Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengusut dugaan permainan distribusi di baliknya.

Pemborong pekerjaan konstruksi rumah di Medan, Syawal Harahap, mengaku kesulitan mendapatkan semen di pasaran. Sekalipun tersedia, harganya sudah tidak masuk akal.

“Sudah sekitar dua bulan kami sangat kesulitan mendapatkan semen. Kalau pun ada, harganya sudah mencapai Rp85 ribu per sak, baik Semen Padang, Tiga Roda maupun merek lainnya. Padahal sebelumnya masih berkisar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu,” ujar Syawal kepada wartawan di Medan, Jumat (24/7).

Ia menegaskan kelangkaan tersebut telah menghambat sejumlah proyek pembangunan rumah yang sedang dikerjakannya. Biaya konstruksi membengkak, sementara pekerjaan di lapangan tersendat dan tidak mampu mengejar target.

Syawal mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah konkret, segera menelusuri penyebab terganggunya distribusi semen.

Ia juga meminta asosiasi kontraktor ikut bersuara mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar pasokan kembali normal.

Lebih tegas lagi, Syawal mendesak APH menyelidiki dugaan praktik penimbunan semen oleh oknum yang diduga sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan untuk meraup keuntungan besar.

“Kalau memang ada penimbunan, harus segera diusut. Jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha terus menjadi korban akibat permainan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Kelangkaan semen bukan hanya persoalan Kota Medan, melainkan telah menjalar ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Di Kota Tanjungbalai, kelangkaan sudah berlangsung sekitar dua pekan setelah pasokan distributor dilaporkan anjlok hingga 50 persen. Semen Merah Putih dan Tiga Roda menjadi merek yang paling sulit diperoleh.

Harga Semen Merah Putih berkisar Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per sak, sementara Tiga Roda mencapai sekitar Rp66 ribu per sak dan di sejumlah toko bahkan tembus Rp80 ribu.

Di kawasan Medan Utara, sejumlah panglong mengeluhkan berkurangnya pasokan Semen Andalas, Tiga Roda, dan Semen Padang. Semen Merah Putih memang masih ada, namun jumlahnya terbatas.

Sementara di Kabupaten Langkat, pedagang mengaku stok dari distributor terus menipis sehingga harga ikut terkerek naik. Semen Merah Putih dijual Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per sak, sedangkan Tiga Roda mencapai sekitar Rp66 ribu per sak.

Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, empat merek paling banyak mengalami kelangkaan adalah Semen Merah Putih, Semen Tiga Roda, Semen Andalas, dan Semen Padang.

Penulis I Erris

Related posts

Leave a Comment