topmetro.news, Medan – Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara (Sumut), terus mengoptimalkan program peningkatan saluran pada Daerah Irigasi (DI) di wilayah Sumut. Dengan tujuan, untuk mendukung ketahanan pangan dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Hal itu, diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) SDA Sumut, Gibson Panjaitan pada konferensi pers, yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Rabu 26 Agustus 2026. Ia mengatakan pihaknya, hadir di tengah masyarakat dengan program-program berkelanjutan.
“Untuk berkelanjutan bahwa Dinas Sumber Daya Air itu hadir di tengah-tengah kita, bagaimana memastikan daya-daya yang selama ini belum produktif?. Jadi jangan kita itu, hanya sebatas memperbaiki daerah irigasi, yang rusak-rusak saja,” kata Gibson.
Gibson mengungkapkan bahwa peningkatan saluran DI di wilayah Sumut ini, merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sumut, Bobby Nasution pada tahun 2026 ini.
Gibson mengungkapkan pihaknya, akan mengalih potensi DI di wilayah Sumut, baik daerah irigasi permukaan dan rawa, menjadi produktif untuk mendukung sektor pertanian yang produktif dengan hasil yang baik.
Gibson mengatakan Sumut memiliki potensi DI permukaan maupun rawa sekitar 113.000 hektar. Namun, yang produktif baru 36 ribu hektar. Data ini, menjadi potensi dalam mengoptimalkan program peningkatan saluran DI wilayah Sumut ini.
“Tapi ini, yang pasti, dari dari jumlah daerah irigasi kita, baik itu daerah irigasi permukaan, baik itu juga daerah irigasi rawa, kurang lebih 113.000 hektar, untuk saat ini yang masih produktif itu dikelola oleh masyarakat masih 36.000 hektar,” jelas Gibson.
Dengan data tersebut, Gibson menjelaskan bahwa masih lebih banyak lagi, DI yang belum produktif. Hal ini, akan berkelanjutan. Bagaimana Dinas SDA Sumut. Selama ini, SDA gabung dengan Dinas PUPR Sumut, belum dikerjakan secara maksimal. Namun, setelah berpisah dari Dinas PUPR Sumut. Ia mengatakan akan memaksimalkan dalam pengairan untuk pertanian di wilayah Sumut ini.
“Yang mungkin, selama ini begitu kemarin digabung menjadi Dinas PUPR, kita tanya kawan-kawan. Tahun lalu berapa kegiatan kita?. Mereka sampaikan hanya Rp 20 miliar. Bagaimana yang Rp 20 miliar ini. Jadi, kita tanya hanya menangani yang prioritas-prioritas yang ada longsor, yang ada banjir,” jelas Gibson.
Gibson mengungkapkan dengan anggaran Rp 689 miliar dimiliki Dinas SDA Sumut ini, pada tahun 2026 ini, dengan menangani 21 daerah di Sumut untuk membangun DI sekitar 5.050 hektar, dengan kontrak kerja hingga Desember 2026.
“Belum kita menyentuh yang tadi yang Bapak sampaikan itu masih banyak lahan yang produktif di Sumatera Utara ini yang kita tidak sentuh akibat minimnya anggaran. Tapi dengan sekarang ini sesudah pemisahan dari Dinas PUPR, kita mengelola anggaran kurang lebih 689 miliar, kita sudah bisa bergerak,” kata Gibson.
“Tahun ini, kita menangani 21 atau 20 daerah irigasi yang akan menambah lahan pertanian yang produktif dari 36.000 bertambah 5.050 hektar tahun ini. Kita berdua karena ini rata-rata sudah berkontrak, sampai bulan 12. Kita berharap di tahun depan, maka lahan produktif pertanian kita dari 36.000 akan bertambah 5.050 hektar maka menjadi 41.000 hektar,” sebut Gibson kembali.
Penulis I Erris

