Jamsostek Award 2026 Digelar Meriah, Gusnar Ismail: Penghargaan Harus Jadi Motivasi Lindungi Seluruh Pekerja

topmetro.news, Gorontalo- Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Gorontalo kembali mendapat momentum penting. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo menggelar Jamsostek Award 2026 di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu malam (5/9/2026). Demikian siaran pers dilansir BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, selasa, 8/9/2026.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, serta dunia usaha yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi dalam memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail hadir dan menyerahkan langsung penghargaan kepada para pemenang. Dalam arahannya, Gusnar menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Penghargaan ini merupakan motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja dan lebih meningkatkan lagi apa yang sudah kita lakukan selama ini,” jelas Gubernur.

Gusnar juga mengingatkan dunia usaha agar tidak menunda maupun mengurangi pembayaran iuran Jamsostek. Menurutnya, pekerja merupakan bagian penting dari keberlangsungan perusahaan sekaligus bagian dari masyarakat yang harus mendapatkan perlindungan negara.

“Jangan tunda dan jangan kurang pembayarannya. Para pekerja ini adalah keluarga kita sendiri, masyarakat kita, dan yang paling prinsip mereka merupakan warga negara Republik Indonesia, di mana negara harus hadir dalam kehidupan mereka,” tegas Gusnar.

Dari Penghargaan Menuju Gerakan Bersama

Jamsostek Award 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, penghargaan tersebut menjadi pesan bahwa perlindungan pekerja harus menjadi gerakan bersama.

Dengan sekitar 67 persen tenaga kerja Gorontalo berada di sektor informal, tantangan berikutnya adalah memastikan pekerja seperti petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, pekerja mandiri dan pekerja rentan ikut memperoleh perlindungan.

Gubernur Gusnar Ismail pun meminta agar capaian yang telah diraih tidak membuat semua pihak berpuas diri. Pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan harus terus memperluas kepesertaan.

Sementara bagi BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, capaian peringkat kelima nasional menjadi modal penting untuk mengejar target berikutnya: membawa Gorontalo semakin dekat menuju tiga besar nasional sekaligus memastikan semakin banyak pekerja terlindungi.

Jamsostek Award 2026 pun menjadi simbol bahwa keberhasilan perlindungan pekerja bukan hanya milik BPJS Ketenagakerjaan, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen Gorontalo.

Gorontalo Tembus Lima Besar Nasional

Penganugerahan Jamsostek Award tahun ini berlangsung di tengah capaian positif Provinsi Gorontalo. Data BPJS Ketenagakerjaan hingga Agustus 2026 menunjukkan Gorontalo berada di peringkat kelima nasional dari 38 provinsi dalam cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dari target cakupan sebanyak 373.489 pekerja, sebanyak 287.380 tenaga kerja telah terdaftar atau mencapai 52,07 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan posisi Gorontalo pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 Gorontalo berada di peringkat kesembilan nasional, kemudian naik ke peringkat ketujuh pada 2025 dan akhirnya menembus lima besar pada 2026.

Kakanwil Suci Rahmad: Gorontalo Sedikit Lagi Masuk Tiga Besar

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh pemerintah kabupaten/kota.

Menurut Suci, Jamsostek Award bukan hanya penghargaan, melainkan instrumen untuk mendorong pemerintah daerah dan pemberi kerja agar semakin serius memastikan seluruh pekerjanya mendapatkan perlindungan.

“Jamsostek Award menjadi apresiasi atas komitmen, inovasi dan kontribusi pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Suci.

Suci bahkan menilai posisi Gorontalo di peringkat kelima nasional merupakan capaian yang luar biasa. Ia berharap Gorontalo dapat segera menembus tiga besar nasional.

“Terbukti bahwa tahun ini Gorontalo itu peringkat 5 nasional. Ini luar biasa, sedikit lagi kita bisa masuk ke 3 besar nasional,” kata Suci.

Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Gusnar Ismail dalam memperluas perlindungan pekerja. Sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah membayarkan 10.699 klaim di Gorontalo dengan total manfaat mencapai Rp166,7 miliar. Selain itu, sebanyak 774 anak ahli waris pekerja memperoleh beasiswa pendidikan dengan total manfaat sekitar Rp2,84 miliar.

Kakacab Sanco Simanullang: Penghargaan Harus Menggerakkan Semua Pihak

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang menegaskan bahwa Jamsostek Award tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah.

Penghargaan juga diberikan kepada desa serta dunia usaha, baik skala menengah dan besar maupun usaha mikro dan kecil. “Penghargaan ini tidak hanya mendorong pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan pemerintahan desa untuk bersama-sama mewujudkan perlindungan pekerja yang lebih luas,” ujar Sanco.

Sanco menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengejar target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Gorontalo. Ia juga mendorong kabupaten/kota yang belum maksimal agar mulai memperkuat regulasi dan dukungan anggaran. Salah satu contoh adalah Kabupaten Bone Bolango yang telah mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan kepada hampir 20 ribu pekerja.

Ini Dia Para Pemenang Jamsostek Award 2026

Jamsostek Award 2026 diberikan dalam empat kelompok kategori, yakni pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, usaha menengah dan besar, serta usaha mikro dan kecil.

Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota:

1. Terbaik I — Kabupaten Bone Bolango

2. Terbaik II — Kabupaten Pohuwato

3. Terbaik III — Kota Gorontalo

Kategori Pemerintah Desa:

1. Desa Trikora — Kabupaten Pohuwato

2. Desa Huangobotu — Kabupaten Bone Bolango

3. Desa Teratai — Kabupaten Gorontalo

Kategori Usaha Menengah dan Besar:

1. PT Gorontalo Pangan Lestari

2. PT Gembira Grosir Sejahtera

3. CV Mufidah

Kategori Usaha Mikro dan Kecil:

1. Toko Sumber Utama

2. Loak Jaya

3. Bengkel Las Bintang Johar

Tiga Penerima Manfaat Jamsostek Terima Santunan hingga Rp187,6 Juta di Jamsostek Awards Gorontalo

GORONTALO

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang Jaminan sosial ketenagakerjaan kembali membuktikan manfaat nyatanya bagi pekerja dan keluarga. Pada kegiatan Jamsostek Awards BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sabtu (5/9/2026), turut diserahkan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga penerima manfaat.

Penerima pertama adalah Sry Lujianingsi Dunggio, ahli waris Mohammad Rizky Pakaya, tenaga kerja informal di Kecamatan Kabila. Ahli waris menerima Jaminan Kematian (JKM) Rp42 juta serta beasiswa untuk satu orang anak sebesar Rp24 juta, sehingga total manfaat mencapai Rp66 juta .

Penerima kedua adalah Trisnawati Lakoro, ahli waris Meyske Potale seorang pekerja bukan penerima upah (BPU) yang berprofesi sebagai penjahit. Manfaat yang diterima berupa JKM Rp42 juta dan beasiswa satu orang anak Rp61 juta, dengan total mencapai Rp103 juta.

Sementara itu, penerima ketiga adalah ahli waris Sarifudin Usman, dari tenaga kerja Deice Pomalingo. Manfaat yang diberikan menjadi salah satu contoh lengkap perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, terdiri atas JKM Rp42 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp13,643 juta, Jaminan Pensiun (JP) Rp4,936 juta per tahun, serta beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp132 juta.  Total manfaat yang diterima mencapai Rp187,643 juta.

Dengan demikian, total manfaat yang diserahkan kepada tiga penerima mencapai Rp356,643 juta. Penyerahan manfaat tersebut menjadi pesan kuat dalam pelaksanaan Jamsostek Awards BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program kepesertaan, tetapi memberikan perlindungan nyata ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, memasuki masa pensiun maupun ketika keluarga membutuhkan dukungan Pendidikan.

“Melalui momentum Jamsostek Awards, BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo terus mendorong pemerintah daerah, pemerintah desa dan dunia usaha agar semakin banyak pekerja, termasuk pekerja informal dan pekerja rentan, memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” tutup Sanco Simanullang.

Penulis | San

Related posts

Leave a Comment