topmetro.news, Medan – Anggota DPRD Medan Dr Dra Lily MBA MH mendorong Pemko Medan memberikan subsidi ongkos angkutan kota (angkot) bagi pelajar sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat prasejahtera.
Lily menilai, program ongkos gratis bagi pelajar yang bersumber dari APBD dapat membantu mengurangi beban biaya transportasi keluarga sekaligus mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di Kota Medan.
“Banyak warga Medan yang mengeluhkan biaya ongkos anaknya pergi ke sekolah. Dengan ongkos gratis tentu akan mengurangi beban orang tua,” ujar Lily, Jumat (4/9/2026) malam.
Menurut politisi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi II DPRD Medan ini, usulan yang disampaikan Organda Medan tersebut patut dipertimbangkan secara serius oleh Pemko Medan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan pelajar dan orang tua, tetapi juga para sopir serta pemilik angkot.
Lily menyebutkan, sebagian sopir angkot juga masih berada dalam kondisi ekonomi prasejahtera. Dengan adanya subsidi pelajar, aktivitas angkutan umum diharapkan meningkat sehingga turut membantu kesejahteraan para pengemudi.
Selain itu, kebijakan tersebut dinilai dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
“Kalau anak orang kaya berkenan naik angkot bersama pelajar yang miskin menikmati ongkos gratis, sangat bagus. Karena itu akan mengurangi volume kendaraan pribadi,” katanya.
Lily berharap Pemko Medan melalui tim anggaran pemerintah daerah dapat mengkaji dan merealisasikan program tersebut. Ia juga mengajak seluruh anggota DPRD Medan memberikan dukungan demi kepentingan masyarakat.
“Kita harapkan Pemko Medan melalui tim anggaran dapat merealisasikan. Begitu juga rekan-rekan DPRD Medan supaya mendukung penuh demi masyarakat Medan,” harapnya.
Untuk memastikan program berjalan memiliki dasar hukum yang jelas, Lily meminta Pemko Medan menyiapkan regulasi, baik melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwal).
“Soal regulasinya, apakah melalui Perda atau cukup Perwal, bagian hukum Pemko Medan tentu lebih memahami,” pungkasnya.
reporter | Thamrin Samosir

