Dirut PDAM Tirta Wampu Kirim Bantuan Air Bersih untuk Pengungsi Banjir di Besitang

topmetro.news, Langkat – Musibah banjir yang kembali melanda beberapa wilayah di Kecamatan Besitang, menyebabkan warga banyak yang mengungsi.

Informasi terkini yang diperoleh topmetro.news, untuk daerah Desa Sekoci (termasuk Dusun Sidodadi), ketinggian air mencapai 100–150 cm dan diperkirakan debit air terus bertambah.

Sementara, untuk Desa Aras Napal (Dusun Aras Napal Kanan dan Kiri / Desa Bukit Mas), ketinggian air berkisar 50–100 cm. Kelurahan Kampung Lama (Lingkungan 4 dan sekitar Jalan Datuk Johan Pahlawan) – Ketinggian air sekitar 10–30 cm.

Sebagian warga lainnya yang rumahnya juga terendam atau tidak memungkinkan ditempati, juga dilaporkan telah mengungsi ke fasilitas umum terdekat, seperti mushala atau lokasi aman yang didata oleh BPBD Kabupaten Langkat

Belajar dari musibah banjir terdahulu, Pemkab Langkat melalui BPBD dan Dinas Sosial, bersama Forkopimcam Besitang, sejak tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Langkat, telah siaga mempersiapkan tenda-tenda darurat di lokasi-lokasi yang menjadi langganan banjir.

Bukan itu saja, dampak dari musibah banjir tersebut, membuat pompa WTP untuk kelancaran penyaluran air bersih, juga tidak bisa difungsikan karena terendam banjir.

Sehingga, untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan kantung-kantung pengungsi, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu, Herman Sukendar, berinisiatif menyiapkan mobil tangki air bersih.

Menurutnya, PDAM minta maaf karena situasi dan kondisi banjir, masyarakat terdampak dan sekitarnya mengalami gangguan untuk mendapatkan distribusi penyaluran air bersih.

“Sehubungan pompa WTP kita juga belum bisa dioperasikan karena ikut terendam banjir. Jadi produksi penyaluran air bersih untuk warga otomatis terhenti. Sehingga, kita berinisiatif menyiapkan air bersih, guna membantu masyarakat terdampak yang saat ini berada di kamp-kamp pengungsian,” ujar Herman, Senin (12/10/2026).

Untuk menyalurkan air bersih tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD. Sehingga, semua warga yang berada di pengungsian, memperoleh air bersih untuk berbagai keperluan.

“Saat ini, kita mempersiapkan 1 unit mobil tanki dengan kapasitas 4000 liter air bersih. Mobil ini, nantinya akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Ya, gak apa-apalah kalau harus bolak balik jika memang kekurangan air bersih. Yang penting, saudara-saudara kita, bisa terlayani untuk memperoleh kebutuhan air bersih.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment