Warga Resah Cium Aroma Busuk Limbah Cair Dapur SPPG Sei Siur

topmetro.news, Langkat – Masyarakat yang bermukim di sekitar pembuangan limbah cair dari dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Teluk Kerang Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu, resah. Sebab, setiap saat warga mengaku terus mencium aroma busuk yang bersumber dari aliran limbah pengelolaan MBG yang menggenangi kawasan pemukiman mereka.

Dari pengamatan media ini, air pembuangan limbah cair SPPG yang menggenangi kawasan itu, berwarna pekat. Diduga, SPPG di bawah naungan Yayasan Mutiara Kharisma Insani ini, sengaja mengabaikan standar IPAL kelayakan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait pengelolaan limbah dan kesehatan lingkungan, sesuai Permen LHK No 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, yang jadi acuan utama dalam pengelolaan limbah cair dapur komunal.

“Ampun kali baunya, Bang. Apalagi kalau musim panas, baunya sangat menyengat. Kalau musim hujan, air limbah itu berbaur masuk ke halaman rumah-rumah warga. Kayaknya, pengelola SPPG ini gak peduli dengan lingkungan rumah kami yang bau busuk. Tapi kami heran. Kenapa kok pemerintah setempat diam aja,” ujar warga.

Awasi Warga Merekam

Pascaviralnya video kubangan limbah SPPG di Sei Siur tersebut, sepertinya pihak SPPG memerintahkan kepada penjaga untuk mengawasi dan mempertanyakan kepentingan setiap warga yang mengambil foto atau video terkait saluran limbah cair yang tergenang.

“Mau ngapain divideokan? Itu genangan air hujan,” ujar pria penjaga yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Terpisah, Koordinator SPPG Wilayah Langkat Ali Ihsanul Huda saat dikonfirmasi terkait permasalahan SPPG di Sei Siur Pangkalan Susu tersebut, menyarankan kepada media ini untuk menghubungi langsung dengan seseorang bernama Iyan.

Menurut Ali Ihsanul Huda, selama ini dirinya sering berkomunikasi dengan Iyan, terkait kepentingan operasional SPPG tersebut.

Namun, saat media ini coba mengkonfirmasi Iyan terkait permasalahan limbah SPPG tersebut melalui chat WhatsApp, sejak 6 Oktober 2026, sampai saat ini, yang bersangkutan tidak pernah menjawab.

Begitu juga dengan Erizal, yang disebut-sebut merupakan pemilik Yayasan Mutiara Kharisma Insani dan pengelola SPPG di Sei Siur, saat dikonfirmasi terkait permasalahan limbah, pria yang gagal saat mencalonkan diri menjadi caleg DPRD Sumut Dapil XII Binjai-Langkat dari Partai Golkar ini, juga lebih memilih bungkam.

Warga berharap, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun tangan. Begitu juga dengan Pemkab Langkat di bawah komando Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti SH, segera menindak tegas SPPG di Sei Siur tersebut. Sebab, dampak lingkungan dari limbah program MBG tersebut, telah meresahkan warga.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment