topmetro.news, Medan – Persiapan kontingen Indonesia untuk mengikuti Pèlerinage Militaire International (PMI) 2027 atau Ziarah Militer Internasional di Lourdes, Prancis, mulai dimatangkan. Tak sekadar agenda internasional, keikutsertaan Indonesia diharapkan menjadi momentum memperkuat iman, memperluas persaudaraan, dan menyuarakan perdamaian dunia.
Rapat pleno panitia pelaksana digelar di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan untuk mengikuti PMI 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–31 Mei 2027 di Lourdes, Prancis.
Rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Letjen TNI (Purn) Ignatius Yogo Triyono. Sementara itu, penanggung jawab kegiatan dipercayakan kepada Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr, yang juga menjabat Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri (OCI).
Sejumlah tokoh purnawirawan TNI dan Polri turut hadir, di antaranya Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya, Irjen Pol (Purn) Heribertus Dahana Resmiwara, Marsda TNI (Purn) Joko Takarianto, Mayjen TNI (Purn) Djoko Purwanto, Brigjen TNI (Purn) P. Gunung Sarasmoro, Marsma TNI (Purn) PJ Bambang Purwanto, S.T., M.PP., M.Soc.Sc., serta Brigjen TNI Dr. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS.
Usai rapat pleno, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Yos Bintoro, Pr., didampingi Romo Ipda Antonius Arvin Samosir, Romo Ipda Oktovianus Pelagian Ranta, dan Romo Jimmy Yohanes Hyronimus, Pr. Perayaan tersebut bertepatan dengan peringatan wajib Santa Theresia dari Yesus, perawan dan pujangga Gereja.
Dalam homilinya, Romo Yos menegaskan bahwa PMI bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan kesempatan untuk memperdalam iman, membangun persaudaraan lintas bangsa, serta menghadirkan pesan perdamaian. Karena itu, persiapan kontingen tidak cukup hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga harus disertai kesiapan rohani melalui doa dan refleksi diri.
Memaknai Oktober sebagai bulan Rosario, ia mengajak seluruh panitia dan calon peserta memulai persiapan sejak dini. Menurutnya, tantangan terbesar manusia bukan semata-mata menghadapi orang lain, melainkan mengatasi ego, ketakutan, dan kelemahan diri yang dapat menghambat pertumbuhan pribadi.
PMI menjadi ruang perjumpaan personel militer dari berbagai negara. Dalam forum internasional tersebut, kontingen Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan bangsa yang menjunjung tinggi keberagaman, persaudaraan, dan perdamaian.
Perziarahan menuju Lourdes pun memiliki makna yang lebih mendalam. Setiap peserta tidak hanya hadir sebagai individu, tetapi juga membawa identitas Indonesia sekaligus menjalankan peran sebagai duta perdamaian di tengah komunitas internasional.
Romo Yos mengingatkan agar pengalaman selama perziarahan tidak berhenti sebagai kenangan perjalanan. Para peserta diharapkan kembali ke Tanah Air dengan iman yang semakin kuat, persaudaraan yang semakin luas, serta komitmen nyata untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.
Dari Jakarta menuju Lourdes, langkah menuju PMI 2027 dimulai melalui kerja, persiapan, dan doa. Harapannya, kehadiran Indonesia di panggung internasional tersebut bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan turut menegaskan bahwa perdamaian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman merupakan nilai yang harus terus diperjuangkan.
Penulis | Erris

