topmetro news, Langkat – Kasat Polairud Polres Langkat AKP Ringgas Lubis dan personil, melaksanakan Patroli Sambang Nelayan sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Langkat, Sabtu (17/10/2026).
Gerak cepat Tim Satpolairud ini dimaksudkan untuk mengingatkan kepada nelayan dan warga, agar senantiasa waspada saat melaksanakan aktivitas di laut. Sebab, saat ini untuk wilayah Sumatera Utara, sedang dalam kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan tingginya curah hujan disertai badai petir. Sehingga sangat membahayakan bagi nelayan dan warga yang mencari nafkah di pesisir laut.
Pelaksanaan patroli dilaksanakan di kawasan nelayan, yakni di Dermaga Desa Pulau Sembilan, Dermaga Umum Lorong di Kelurahan Brandan Timur Kabupaten Langkat, serta lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga berdialog langsung dengan para nelayan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sekaligus mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan aktivitas melaut.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, petugas juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum berangkat melaut. Selain itu, memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan baik, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi layanan Kepolisian Call Center 110 atau kantor polisi terdekat apabila membutuhkan bantuan atau menemukan adanya gangguan keamanan.
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, melalui Kasat Polairud AKP Ringgas Lubis mengatakan, bahwa patroli sambang tidak hanya bertujuan menjaga situasi kamtibmas. Tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.
“Saat ini kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat. Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan informasi cuaca dari instansi terkait. Selain itu, jangan memaksakan melaut apabila gelombang tinggi atau angin kencang yang berpotensi membahayakan. Keselamatan adalah yang utama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Langkat berharap masyarakat pesisir semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam beraktivitas di laut. Kasat Polairud terus mengingatkan warga, agar terus menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Langkat.
Peringatan Dini BMKG
Berdasarkan peringatan dini terbaru dari BMKG Sumatra Utara, wilayah Sumatera Utara sedang mengalami dinamika atmosfer yang memicu potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
BMKG mengingatkan, beberapa detail kondisi cuaca maritim dan pesisir Langkat yang harus diperhatikan, terkait kondisi cuaca ekstrem (hujan petir dan angin kencang)
Berdasarkan informasi yang diterima media ini dari situs resmi BMKG, mereka mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem, akibat adanya belokan angin dan aktivitas gelombang atmosfer di wilayah Sumut.
Sehingga nelayan terdampak menghadapi hujan lebat yang disertai petir di laut yang sangat berbahaya, karena mengurangi jarak pandang secara drastis, bahkan memicu angin kencang mendadak (squall line) yang bisa membalikkan perahu kecil.
Sementara itu, BMKG juga mengingatkan terkait kondisi cuaca di perairan Maritim (Selat Malaka)
Berdasarkan pemantauan Stasiun Maritim BMKG untuk area Pelabuhan Pangkalan Susu dan pesisir Langkat, gelombang laut di area pantai terpantau masih dalam kategori tenang hingga rendah (sekitar 0,1 – 0,5 meter).
Namun, bagi nelayan Langkat yang melaut agak jauh hingga ke Selat Malaka bagian utara, BMKG memperingatkan adanya peluang gelombang yang meningkat ke kategori sedang, yaitu 1,25 hingga 2,5 meter. Tinggi gelombang di atas 1,25 meter sudah masuk kategori risiko tinggi untuk perahu nelayan kecil.
BBMKG Wilayah I Medan memasukkan beberapa kecamatan pesisir Langkat ke dalam wilayah siaga/waspada perubahan cuaca mendadak, di antaranya: Secanggang, Tanjung Pura, Gebang, Babalan (Pangkalan Brandan), Pangkalan Susu, Besitang, dan Sei Lepan.
BBMKG Wilayah I Medan juga sangat merekomendasikan terkait untuk keselamatan nelayan, yakni memeriksa alat alat komunikasi dan navigasi. Pastikan membawa radio atau ponsel dengan baterai penuh untuk memantau perubahan cuaca mendadak.
Hindari memaksa melaut saat kondisi cuaca mendung gelap. Jika melihat awan Cumulonimbus (awan hitam pekat seperti menara) di cakrawala laut, sebaiknya tunda atau segera kembali ke dermaga. Karena awan ini membawa angin kencang dan petir. Nelayan juga wahib setiap saat menggunakan jaket keselamatan selama berada di atas air.
reporter | Rudy Hartono

