Pria Mengalami Stroke, Ditemukan Tewas Membusuk di Kamarnya

topmetro.news, Langkat – Seorang pria yang diketahui bernama Sunardi alias Adi Gepeng (49) warga Jalan Proklamasi Lingkungan XI Wismorejo Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamarnya, Selasa (20/10/2026) malam.

Saat ditemukan, kondisi korban terlihat diduga terbakar dan sudah mengeluarkan aroma busuk di antara kasur yang sudah menjadi abu.

Menurut Kapolsek Stabat AKP Zulkarnain SH, berdasarkan keterangan saksi, Legiso (59) warga Dusun IV-A Suka Maju Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat yang merupakan abang kandung korban, selama ini adiknya (korban) tinggal sendirian, dan sudah 4 tahun menderita penyakit stroke. Namun korban masih bisa berjalan perlahan-lahan.

Sementara itu, saksi lainnya yang juga merupakan kakak kandung korban bernama Tumiyem (53) warga Jalan Bakti Abri Lingkungan V Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, membenarkan, bahwa adiknya sudah 4 tahun menderita stroke.

Saksi menjelaskan, korban pernah menikah selama tiga bulan, namun bercerai. Saksi mengakui bahwa dirinya yang setiap hari mengantarkan makan untuk korban yang tinggal sendirian.

“Saksi Tumiyem memaparkan, jika terakhir bertemu dengan korban pada Hari Senin (19/10/2026), saat saksi mengantarkan makan dan memberikan uang jajan kepada korban,” urai Kapolsek.

Namun, Selasa (20/10/2026) malam, saat saksi datang untuk menjenguk adiknya, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamarnya, dan sudah mengeluarkan aroma busuk.

Sementara itu, Kepala Lingkungan XI Wismorejo Kelurahan Bingai Kecamatan Stabat menjelaskan, saat datang ke lokasi, dirinya melihat tubuh korban telentang dan sudah meninggal dunia. Tubuh jenazah korban juga sudah mengeluarkan aroma busuk.

“Kami menduga, korban meninggal dunia akibat terbakar. Karena saya melihat spring bed dimana korban tidur, terlihat bekas terbakar yang diduga api berasal dari obat nyamuk,” terangnya kepada Kapolsek Stabat.

Kronologi Penemuan Jenazah

Pada Selasa (20/10/2026), sekira pukul 19.20 WIB, kakak korban bernama Tumiyem, datang kerumah adiknya tersebut. Saksi coba mengetuk pintu rumah korban, namun tidak ada jawaban.

Kemudian saksi coba membuka pintu dengan cara mendorong pintu rumah korban, dan ternyata pintu tidak di kunci. Sehingga saksi langsung masuk dan memangil korban namun tidak ada jawaban. Saksi curiga karena mencium aroma busuk dan menyalakan senter yang ada di HP-nya.

Saksi terkejut saat masuk ke kamar korban dan melihat adiknya dalam keadaan terlentang sudah meninggal dunia, dan mengeluarkan aroma busuk. Saksi juga melihat kasur yang terbuat dari spring bed sudah menjadi abu karena terbakar.

Kemudian saksi menghubungi Kepala Lingkungan XI Wismorejo Juli Irawan, untuk melaporkan kejadian tersebut.

Mendapat informasi dari saksi dan langsung mendatangi TKP, selanjutnya Kepling menghubungi Bhabinkamtibmas Aiptu Diswan Samsuri, dan langsung menghubungi Polsek Stabat.

Mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas, sekira pukul 19.50 WIB, Kapolsek Stabat AKP Zulkarnain SH, Pawas Polsek, Kanit Reskrim Polsek Stabat Iptu. Supriyanto SH, Kanit Binmas Polsek Stabat Aiptu Supriadi J dan personil piket tiba di lokasi kejadian.

Selanjut petugas mengamankan lokasi kejadian, dan membuat testimoni dari pihak keluarga korban. Kapolsek juga meminta agar pihak keluarga korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi oleh pihak kepolisian dan menerima dengan Ihklas atas apa yang dialami korban.

Atas kesepakatan keluarga, polisi dan warga sekitar, kemudian malam itu juga korban langsung dikebumikan di TPU sekitar Titi Penceng Kwala Bingai.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment