topmetro.news, Medan – Upaya optimalisasi tata kelola aset negara dan peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan di wilayah barat Indonesia terus dipacu. Kali ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Tukar Menukar Barang Milik Negara (BMN).
Penandatanganan perjanjian strategis tersebut berlangsung di Kantor Pelindo Regional 1. Dokumen kesepakatan ditandatangani langsung oleh Kepala KSOP Utama Belawan, Mukhlish Tohepaly, S.T., M.T., bersama Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah penting dalam menciptakan tata kelola kawasan pelabuhan yang lebih terpadu. Menurutnya, pertukaran aset BMN akan memberikan kepastian tata ruang bagi kedua belah pihak, baik regulator maupun operator pelabuhan.
“Tukar menukar aset BMN ini akan memberikan kepastian tata ruang bagi kedua belah pihak. Dengan penataan aset yang lebih rapi dan presisi antara regulator dan operator, kami optimis hal ini akan bermuara langsung pada peningkatan efisiensi operasional dan percepatan layanan logistik di Pelabuhan Belawan,” ujar Hanny.
Kesepakatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memaksimalkan pemanfaatan aset negara. Melalui penataan lahan dan fasilitas yang lebih produktif, efektif, serta efisien, kerja sama KSOP Utama Belawan dan Pelindo Regional 1 diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional, mempercepat pelayanan logistik, serta memperkuat peran Pelabuhan Belawan sebagai salah satu pintu gerbang aktivitas perdagangan dan perekonomian di Sumatera Utara.
penulis | sadam

