TOPMETRO.NEWS – Warga yang melintas dan mahasiswa yang saat belajar di Universitas Nomensen Jalan Sutomo, Kecamatan Medan Timur mendadak heboh. Pasalnya, dua Fakultas di Universitas tersebut bentrok pada Rabu 20 Desember 2017 sekira pukul 15.00 Wib.
Informasi yang didapat menyebutkan, kejadian berawal mahasiswa jurusan Tekhnik yang tidak di ketahui namanya di pepet naik sepeda motor oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum. Salah seorang mahasiswa dari Fakultas tekhnik melihat temannya dianiaya langsung melaporkan kejadian itu kepada mahasiswa Tekhnik lainnya yang pada saat kejadian berada di dalam kampus. Mendengar temannya dianiaya, mahasiswa jurusan Tekhnik langsung mengejar keluar dengan membawa kayu balok dan batu.

Mahasiswa fakultas hukum yang saat itu sedang duduk di warung seberang pintu kampus langsung melakukan perlawanan. Bentrokan pun tidak dapat di hindari, mahasiswa kedua fakultas jurusan ini pun saling lempar batu. Pihak security, langsung menutup pintu gerbang untuk menghindari bentrokan meluas.
Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu SH, SIK, bersama personil langsung terjun ke lokasi untuk meredam bentrokan. Kapolsek langsung menemui pihak Dosen Universitas Nomensen, agar mahasiswa Fakultas Hukum agar membubarkan diri.
Akan tetapi, mahasiswa Fakultas hukum tidak merespon himbauan tersebut dan tetap memegang kayu dan batu. Merasa tidak di indahkan, Polsek Medan Timur dan Shabara Polrestabes Medan melakukan pembubaran secara paksa. Akhirnya Fakultas Hukum berlari kearah Jalan Sena, sedangkan mahasiswa Fakultas Tekhnik bertahan di dalam kampus.
Setelah itu pihak kepolisian di bantu CPM Jalan Sena melalukan penyisiran di kantin di Jalan Sena. Disana, tiga mahasiswa Fakultas Hukum diamankan dan langsung di bawa ke Polrestabes Medan. Kabag Ops Kasat Shabara dan Wakasat Shabara langsung menemui pihak Rektorat serta Dosen agar mahasiswa segera membubarkan diri.
Salah seorang warga bernama Edi menyayangkan tindakan mahasiswa Universitas Nomensen.
“Merekakan satu kampus, buat apa bentrok. Kasian dengan pengendara yang melintas jadi terganggu karena aksi mereka itu,” kata Edi saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Sementara Febri Doloksaribu saat di tanyai wartawan mengatakan, tiba-tiba aja bentroknya bang. Penyebab pastinya kami ga tau, tanya di dalam aja lebih pastinya.
Kabag Ops AKBP Doni Satria Sembiring, SH, SIK, MSi ketika di konfirmasi saat hendak menaiki mobil mengatakan, ” nanti ya satu jam lagi”, sembari meninggalkan awak media.
Kamera Wartawan Dirampas
Aksi keberutalan mahasiswa yang direkam oleh salah seorang wartawan Televisi Swasta bernama Alfi, langsung di rampas oleh mahasiswa. Para mahasiswa, tidak senang aksi mereka di rekam oleh wartawan tersebut.
Alfi yang saat itu berada di depan KFC Jalan Perintis Kemerdekaan, langsung didatangi segerombolan mahasiswa. Strainger televisi ini langsung di kepung mahasiswa, meminta kepada Alfi menghapus semua isi video yang direkamnya.
“Woi, kau hapus itu. Ngapain ko ambil vidionya, mau buat jelek nama Kampus kami kau ya,” kata Alfi menirukan ucapan mahasiswa tersebut.
Mendengar adanya kamera salah seorang wartawan yang di rampas mahasiswa, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Roni Bonic SH, SIK, MH langsung merespon.
“Saya sdh telp Alvi (Metro TV) mas, ngak benar kameranya di rampas. Yang ada disuruh hapus rekaman di video kamera oleh Mahasiswa nya mas,” ucap Roni Bonic melalui pesan whatsapp.
Ditanya lebih lanjut prihal diamankan tiga mahasiswa Nomensen, Kompol Roni Bonic pun membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, ada diamankan tiga mahasiswa dan kini masih dalam pemeriksaan anggota,” pungkasnya.(TM/08)

