Pengen Langsing, Jangan Makan Diluar

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Makan di luar ternyata jadi aktivitas nomor satu yang bisa menggagalkan diet Anda. Begitu menurut penelitian baru.

Simpulan penelitian selama setahun tersebut belum lama ini dipresentasikan pada pertemuan American Heart Association. Periset meneliti jenis makanan menggoda dan perilaku yang memicu orang mengalami kenaikan berat badan.

Menggunakan aplikasi ponsel pintar, periset memantau rencana penurunan berat badan 150 orang dengan berat badan berlebih dalam kesehariannya.

Peserta studi yang sebagian besar perempuan diminta melaporkan ragam kegiatan mereka seperti sedang berada di mana, dengan siapa, dan apakah mereka menyimpang dari rencana makan atau tergoda untuk melakukannya.

Termasuk kapan saja mereka makan (atau dianggap makan), juga ketika makan dengan ukuran porsi yang tidak konsisten dengan rencana.

Hasil data menyimpulkan beberapa hal:

Orang paling tergoda makan ketika mereka berada di restoran atau bar, juga saat berhadapan dengan orang lain yang sedang makan. Keduanya berpeluang sekitar 60 persen.

Godaan untuk makan ditemukan lebih rendah saat berada di rumah atau bekerja (40 persen), dan lebih sedikit lagi ketika orang berada di mobil atau di rumah orang lain (30 persen).

Walau tahu makan di luar berisiko tinggi bagi diet, tapi orang tetap pergi dan lupa pada rencananya. Sebab, makan di luar dianggap sebagai alasan untuk (sesekali) libur diet.

Orang cenderung sulit mengingat apa yang telah mereka makan saat makan di luar, dan mengalami bias saat diminta menyatakan perasaannya, terkait perasaan bersalah setelah gagal menjalankan rencana diet.

Dikutip beritagar, Penulis utama studi Lora Burke, profesor keperawatan di University of Pittsburgh mengatakan bahwa untuk memastikan diet tetap aman, bukan sekadar pola diet yang perlu dijaga, melainkan kesadaran pribadi akan gaya hidup.

“Bukan masalah jika orang ingin pergi keluar pada Jumat malam dan makan (yang diinginkan), tapi kemudian mereka perlu menahan diri (dan menciptakan kesadaran makan) pada hari Kamis dan Sabtu,” kata Burke.

Menilik sebuah studi perilaku yang dipublikasikan secara online di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics pada tahun 2012, periset juga pernah mengemukakan bahwa gagasan sederhana seperti menghindari makan di resto, membuat diari atau jurnal makanan dan memastikan Anda tidak melewatkan jam makan, akan jauh lebih efektif daripada melakukan diet dengan pola khusus untuk membuat badan Anda langsing.

Itu sebabnya, menurut Burke, makan di rumah merupakan taruhan yang jauh lebih aman.

Selain menyadari adanya tantangan diet yang besar saat orang ingin menurunkan berat badan, sehingga bisa lebih waspada (dan menahan diri untuk tidak makan di luar), Burke juga menyebut soal pengingat.

Misalnya dengan bantuan aplikasi, atau bantuan mengingat dari orang lain bahwa Anda perlu berusaha lebih keras memperjuangkan diet.

Solusi lain makan di luar

Membatasi diri tak selalu mudah. Untuk itu, saran Dr. Shari Bilt, M.S, R.D., konsultan nutrisi di New York bisa membantu. Menurutnya, ada dua pendekatan dalam memilih menu ketika Anda makan di luar. Pertama, Anda boleh memesan menu bebas. Syaratnya, kalkulasikan juga jumlah kalori dan lemak seharian sehingga tidak makan berlebihan. Jika lupa, pesan setengah porsi lebih baik.

Kedua, pilih menu sehat alami. Misalnya sayur dan ikan. Jika menu seperti itu tidak tersedia, Bilt menyarankan untuk meminta perubahan menu kecil pada koki. Misal, jika ada jenis makanan dengan isian kambing, Anda mungkin bisa memintanya dengan isian ayam tanpa kulit. “Kebanyakan koki akan senang mengakomodasi kebutuhan makanan khusus,” jelas Bilt.

Selain itu, Dr. Mike Moreno juga menyarankan berkuliner pintar dalam Prevention.

Dua di antaranya yaitu dengan memeriksa menu secara daring di resto tujuan (sebelum berangkat) agar pilihan sehat bisa terwujud; dan pilih tempat duduk di tempat yang tenang.

Yakni yang jauh dari gangguan seperti di depan televisi, atau tempat yang lebih ramai. Alasannya, itu boleh jadi trik restoran agar Anda makan lebih banyak.(TMN)

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment