You are here
Pacar Digauli Hingga Melahirkan, Pria Ini Diarak ke Kantor Polisi Peristiwa 

Pacar Digauli Hingga Melahirkan, Pria Ini Diarak ke Kantor Polisi

topmetro.news – Keluarga mana yang tidak geram, lantaran anak gadisnya melahirkan tanpa seorang pria yang tidak mau bertanggungjawab. Sebut saja namanya Mawar (20), gadis yang tinggal di Jalan Pembangunan Kelurahan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas ini harus menanggung aib.

Lantaran melahirkan setelah di setubuhi oleh Abdul Haris (25) warga Patumbak. Haris pun terpaksa berurusan dengan polisi. Karena diduga menyetubuhi Mawar sampai melahirkan seorang bayi laki-laki.

Akibat perbuatannya, Haris diarak keluarga Mawar ke Mapolsek Patumbak, pada Rabu (3/10/2018) malam sekira pukul 00.00 wib. Haris di tangkap warga sekira pukul 22.00 wib, di rumah familinya tanpa melakukan perlawanan.

Di Polsek Patumbak keluarga Mawar mengatakan, korban dicabuli oleh pelaku sejak sejak baru tamat SMA sekitar setahun yang lalu. Keduanya menjalin percintaan tanpa diketahui oleh orang tua korban. Disaat itu, Haris membujuk korban untuk melakukan hubungan intim di sebuah hotel di kawan Medan Amplas.

Perbuatan itu dilakukan berulang kali hingga korban hamil dan kini sudah melahirkan. Namun, saat korban meminta pertanggungjawaban, pelaku tidak menggubrisnya. Haris malah mengelak atas perbuatanya terhadap Mawar.

“Korban ketika tau hamil sudah minta pertagungjawaban si Haris itu. Tetapi pelaku acuh tak acuh, sekarang korban dan orang tua dan keluarganya tidak minta pertagungjawaban. Akan tetapi meminta keadilan agar pelaku dihukum yang setimpal dengan perbuatannya,” kata keluarga korban saat di Polsek Patumbak yang namanya tidak mau di koran kan.

Kesabaran keluarga Mawar sudah habis, karena pelaku menolak untuk menikahi korban. Melalui korban, Haris di pancing untuk datang ke rumah famili korban di Jalan STM Keluragan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas.

“Bayangkan lah bang dari korban hamil sampai melahirkan, korban dan orang tuanya sabar dan berharap pelaku mau bertanggunggungjawab,” ujarnya keluiarga korban yang ikut menangkap Haris.

Sambungnya lagi, Haris sempat juga dipukuli. Namun di cegah oleh pihak keluarga Mawar yang lainya, dan berusaha membawa pelaku kedalam rumah famili korban.

“Sempat di pukul lah sedikit tadi, terus saya lerai. Karna sedikit banyaknya saya juga tau hukum, takutnya terjadi apa-apa kan bisa terbalik masalahnya,” ucap pria berambut cepak yang mengaku bertugas divsalah satu Bataliyon TNI di kota Medan.

“Sepupu saya baru saja melahirkan, dia (korban) dioperasi. Ya kasihan kali melihat sepupu saya itu, tapi apalah yang mau dibilang, mungkin sudah nasibnya lah itu, yang penting ibu dan anaknya itu sehat,” bilangnya.

Mungkin kasus yang dilami korbanb minim bukti. Tapi hasil visum polisi yang membuktikanya nanti saat proses penyidikan.

“Tapi kalau perlu bukti untuk mengetahui siapa ayah biologis bayi ini, kami keluarga siap untuk tes DNA,” jelasnya.

Haris yang saat di tanyai petugas Polsek Patumbak, terus berkilah tidak melalukan peebuatan itu kepada Mawar. Haris mengaku, hubungan antara keduanya lantaran suka sama suka.

“Uda bawa ke ruang penyidik Reskrim aja, banyak kalipun ceritanya si kawan ini, tetap tidak mau jujur dan selalu berkilah,” ucap petugas piket yang terlihat geram dengan ucapan Haris.(TM/08)

163 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment