You are here
Kakak Ipar Tergoda Adik yang Tidur Tanpa Busana, Menderita Seumur Hidup Daerah 

Kakak Ipar Tergoda Adik yang Tidur Tanpa Busana, Menderita Seumur Hidup

Topmetro.News – Kakak ipar tergoda adik istri yang tidur tanpa busana. Begitulah yang dialami Lina (26) yang akhirnya merasakan pahit getir saat harus melayani birahi kakak iparnya, Amran (31). Sebenarnya peristiwa ini terjadi pertengahan 2013 silam. Namun Lina yang saat itu masih berstatus mahasiswi di salah satu kampus terkemuka di Kalimantan Timur harus menanggung akibatnya seumur hidup.

Peristiwa kakak ipar tergoda adik itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Sekadar diketahui Lina tinggal bersama kakaknya, Nyta (29) dan kakak iparnya Amran di Kabupaten Kutai Kartanegara persinya di Kota Tenggarong. Di rumah yang besar itu, Lina diberikan satu kamar khusus untuk ditempati.

“Kakak saya sudah punya dua anak. Pekerjaan suaminya swasta, Sedangkan kakak saya cuma mengurus anak,” kata Lina sebagaimana disiarkan Prokal, Senin (15/10/2018).

Dia menambahkan, Amran sering pulang larut malam. Artinya, setiap Amran pulang, seluruh penghuni rumah sudah terlelap.

Suatu waktu, kakaknya Nyta jatuh sakit. Orang tuanya di kampung meminta Nyta pulang ke kampung halaman mereka.

“Waktu itu kakak sakit parah. Memang sempat berobat di rumah sakit. Tapi gak sampai sembuh. Orang tua kami minta agar kakak berobat kampung saja di kampung,” kenang Lina.

Setelah berembuk, akhirnya Nyta kakak kandungnya dibawa ke kampung halaman mereka bersama kedua anaknya yang masih kecil.

Sejak kepergian kakaknya berobat kampung, di rumah itu praktis hanya didiami korban Lina dan Amran.

Kakak Tergoda Adik Ipar Masuk Kamar tak Mengetuk Pintu

Dua hari setelah Nyta berada di kampung, dari sinilah berawal tragedi memilukan itu. Ketika Lina sedang tertidur pulas, Amran masuk ke dalam kamar.

Bagi Lina memang biasa jika tidur tanpa busana. Tubuhnya hanya dibalut selimut. Itu kebiasaannya sejak dulu.

“Dia (Amran) masuk tanpa mengetuk pintu. Awalnya saya tak dengar soalnya tertidur pulas. Saya baru tersentak kaget setelah dia memegang tangan saya,” kenang Lina lagi.

Saat itulah hubungan layaknya pasangan suami istri itu terjadi begitu saja.

“Saya tak pernah berpikir melakukan itu bersama kakak ipar saya sendiri,” ujar Lina.

Lina mengaku setelah kejadian itu dirinya diancam bakal disakiti jika buka mulut.

Jarang Komunikasi, Simpan Rahasia

Selang beberapa waktu, Nyta sembuh dari penyakitnya dan kembali ke rumahnya di Tenggarong. Namun Lina bungkam. Dia enggan menceritakan pilu yang dialaminya selama ini.

“Saya takut dengan ancamannya (red, Amran). Sebaiknya cukup saya saja yang menanggung ini. Tapi sejak itu, hubungan kami renggang. Kami jarang sekali komunikasi,” beber Lina.

Seiring berjalannya waktu, Lina merasa mual. Kepada kakaknya, Lina memberi alasan masuk angin. Namun untuk memastikannya Lina memeriksakan kesehatannya di klinik terdekat.

Petugas medis di sana memastikan Lina memang sedang hamil.

Bak disambar petir, Lina jadi pucat, tak menduga sebelumnya bisa begini.

Sempat Hendak Bunuh Diri

Lina yang malang memang sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Namun, dia mengurungkan niatnya lantaran teman dekatnya sesama mahasiswi memberikan nasihat kepadanya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Amran kakak iparnya mengetahui kehamilan Lina. Dia sempat kaget melihat bentuk tubuh perempuan itu kian gemuk.

“Saya ditanya sama kakak saya. Saya enggak bisa lagi berbohong. Saya ceritakan kisah yang sebenarnya kepada kakak.”

Tapi kakaknya Nyta justru membela suaminya yang juga kakak iparnya itu. Korban Lina malah dituduh tak bisa menjaga diri.

Hari itu, Lina memutuskan minggat dari rumah sang kakak kandungnya.

Pulang dan Menikah di Kampung

Medio September 2013, dia pulang ke kampung halamannya. Di kampungnya, Lina memiliki teman masa kecil yang cinta kepadanya.

“Waktu bertemu, saya kasih tahu yang sebenarnya. Awalnya dia kecewa. Tapi dia bersedia menerima keadaan saya. Dia bilang akan segera melamar saya,” kata Lina.

Akhirnya prosesi lamaran digelar sederhana dan seminggu kemudian diadakan pernikahan.

Kakaknya Nyta dan abang iparnya Amran memang hadir dalam pernikahan itu. Namun, keduanya tidak terlibat akrab. Mereka datang cuma untuk menunjukkan ikatan persaudaraan saja.

Lahirkan Anak Laki-laki Kembar

April 2014, Lina melahirkan anak kembar berjenis kelamin laki-laki. Kelahiran kedua anak itu membuat suaminya senang. Karyawan perusahaan kelapa sawit itu tetap menunjukkan kasih sayangnya pada anak kembar itu.

Kini, setelah 5 tahun, anak-anak Lina bertumbuh besar. Tapi Lina mengaku tidak pernah bisa melupakan pilu yang dialaminya bersama kakak iparnya Amran.

“Sampai sekarang ini hubungan kami gitu-gitu saja. Tak pernah saling sapa. Kalau ada pertemuan di rumah orang tua, biasa saja,” cerita Lina.

Dengan pertimbangan kemanusiaan, seluruh aktor dalam kisah pilu kakak ipar tergoda adik ini bukan nama sebenarnya. (*)

264 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment