You are here
Jembatan Titi Dua Sicanang Putus Total, 11 Ribu Warga Belawan Terisolir Kota Medan 

Jembatan Titi Dua Sicanang Putus Total, 11 Ribu Warga Belawan Terisolir

Topmetro.News – Jembatan Titi Dua Sicanang, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, dilaporkan putus total, Sabtu (20/10/2018). Akibatnya lebih kurang 11 ribu jiwa masyarakat setempat terisolir. Kuat dugaan putusnya jembatan Titi Dua Sicanang lantaran dikerjakan ‘asal jadi’.

Jembatan Titi Dua Sicanang Masuk Tahap Perbaikan

Informasi yang diterima menyebutkan, Jembatan Titi Dua Sicanang saat ini sudah masuk tahap perbaikan dari Dinas Bina Marga Kota Medan. Namun tanpa disadari, bagian sisi tanah yang menghubungkan jembatan lama untuk melintas kendaraan tiba-tiba amblas dan putus total.

Akibatnya, jembatan yang menjadi satu-satunya akses perlintasan masyarakat tak bisa dilalui lantaran terputus. Tak pelak lagi, peristiwa yang disebabkan faktor alam itu, membuat sejumlah masyarakat panik, karena pejalan kaki dan kendaraan tidak bisa melintas dari jembatan itu.

Jembatan Putus Total Karena Human Error

Togu Silaen, seorang tokoh pemuda Belawan mengatakan, penyebab dari amblasnya tanah itu, karena masalah human eror. Karena pihak yang berkompeten tak faham pola pengerjaan terhadap obyek yang akan dikerjakan.

“Peristiwa ini, tahun semalam sudah pernah terjadi, baru-baru ini juga pernah kejadian. Kami masyarakat Sicanang kecewa dengan perbaikan ini, terkesan tidak maksimal. Lihatlah, sekarang jembatan putus total, ada 11 ribu jiwa terisolir. Aktivitas masyarakat pasti terganggu,” keluh Togu Silaen.

Ketua Laskar Merah Putih Belawan ini menegaskan, pihaknya pernah menyampaikan hal itu ke dinas terkait, agar perbaikan jalan itu tidak terkesan asal-asalan, dengan mempercayakan pemborong yang tidak punya kualitas.

“Inilah akibat dari Pemko Medan yang memercayakan kepada pemenang tender yang gagal di tahun semalam. Jembatan ini jadi terbengkalai, padahal sudah berulang kali terjadi masalah alam, harusnya pemborong punya skala kualitas dalam pengerjaan yang tidak berdampak pada masyarakat,” tegas Togu.

Harapan Togu, kepada Pemko Medan untuk segera membangun kembali jembatan darurat, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Misalnya, orang kerja, anak sekolah dan angkutan umum sebagai fasilitas masyarakat bisa melintas di jembatan itu.

“Kita sebagai masyarakat setempat, meminta agar, jembatan darurat diperbaiki dalam waktu 1X24 jam, karena ada 11 ribu jiwa yang menggunakan jembatan itu. Kami minta, ini segera ditanggulangi,” tegas Togu

Lantas apa responns Ahmad SP, selaku Camat Medan Belawan? Ketika dihubungi via ponselnya, orang nomor satu di kecamatan ini tidak menjawab. (TM-14)

899 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment