You are here
Dituntut Hukuman Mati, Bawa 14 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Kota Medan 

Dituntut Hukuman Mati, Bawa 14 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

Topmetro.News – Dituntut hukuman mati lantaran nekat mengedarkan sabu seberat 14 Kg. Tak cuma itu, pria yang jadi anggota sindikat narkoba internasional jaringan Malaysia-Aceh dan Medan ini dituntut hukuman mati karena membawa 70.905 butir pil ekstasi.

Dituntut Hukuman Mati Lantaran Kirim 14 Kg Sabu

Dituntut hukuman mati di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/11/2018) ini dialami Zulkifli Bin Ismail alias Joel (36). Joel dinilai bersalah mengirimkan 14,5524 Kg sabu-sabu dan 70.905 butir pil ekstasi.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarjani Sianturi. Katanya, terdakwa Zulkifli telah melanggar pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Meminta majelis hakim mengadili perkara ini, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual-beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram. Meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana mati,” kata Sarjani di hadapan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

Dalam dakwaannya, terdakwa warga Dusun Tgk Tanjong Desa Matang Drien Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ini ditangkap petugas kepolisian di Jalan Asrama, depan pool Bus Sempati Star, Sei Sikambing, Medan, Minggu (25/2/2018) sekitar pukul 13.00 Wib.

Dia ditangkap bersama rekannya Dedi Saputra Marpaung Bin Sobari (berkas terpisah).

Selain keduanya, petugas juga meringkus Amiruddin alias Amir alias Edoi (berkas terpisah), serta Amrizal alias Amri yang kemudian meninggal dunia.

Perkara ini berawal Sabtu (24/2/2018) sekitar pukul 17.00 Wib, saat Zulkifli dihubungi via telepon oleh Amrizal.

Diupah Bawa Narkoba 40 Juta ke Medan

Dia diperintahkan untuk merental mobil membawa sabu-sabu dan ekstasi ke Medan dengan upah Rp 40 juta.

Zulkifli pun disuruh mengajak Dedi untuk bertemu Amrizal di Pasar Panton, Aceh Utara.

Dalam pertemuan itu, terdakwa Zulkifli menerima Rp 1,3 juta, sedangkan Dedi diberi Rp 200 ribu. Amrizal memerintahkan keduanya mengambil mobil rental Toyota Avanza putih dengan Nopol B2139 SZK di Lhokseumawe. Mobil itu disewa Rp 900 ribu untuk tiga hari.

Selanjutnya Zulkifli dan Dedi kembali ke Pasar Ponton. Amrizal kemudian memberi mereka Rp 1,5 juta sebagai ongkos operasional membawa sabu-sabu dan ekstasi ke Medan.

Amrizal kemudian menyuruh Zulkifli dan Dedi menemui seseorang di Tualang Cut, Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Di sana mereka bertemu Basri yang mengatur penyerahan sabu dan ekstasi itu.

Setelah menerima narkotika itu, Zulkifli dan Dedi bergerak ke Medan. Tiba di sini, mereka menghubungi Amrizal. Dedi kemudian disuruh menyerahkan kunci mobil kepada Amiruddin.

Tak lama setelah penyerahan itu, Zulkifli dan Dedi ditangkap petugas kepolisian. Saat bersamaan, Amiruddin juga diringkus dengan barang bukti 2 tas ransel hitam berisi 14 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bruto 14.552,4 gram dan 70.905 butir pil ekstasi atau berat bruto 20.099 gram.

Setelah penangkapan itu dikembangkan, Amrizal disergap. Dia ditembak dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, agendanya pembelaan terdakwa.(*)

80 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment