You are here
Arti Politik Genderuwo Menurut Karding Politik 

Arti Politik Genderuwo Menurut Karding

topmetro.news – Penyataan Presiden Jokowi soal ‘politik genderuwo’ adalah pernyataan simbolik yang ditujukan kepada semua politisi yang di dalam pernyataan dan kampanye selalu membangun narasi propaganda dengan tujuan membuat kegalauan serta ketakutan di masyarakat.

“Sekaligus terhadap politisi yang mencipatakan apa yang disebut politik dinamis. Jadi rakyat sedemikian rupa dihantui isu-isu palsu, hoax, fitnah, nyinyir. Yang tujuan akhirnya adalah untuk menakut-nakuti rakyat,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin Abdul Kadir Karding, Jumat (9/11/2018).

Menurut dia, perilaku menjadikan rakyat pada titik stres, galau, dan menurunkan optimisme, ujungnya akan menjadikan rakyat semakin pesimis. Sementara politik itu semestinya membuat politik itu tenang, nyaman, bergembira, dan senang hati mendapatkan pendidikan.

“Itu yang disindir oleh Pak Jokowi,” kata Karding.

BACA JUGA: 40 Caleg Eks Koruptor Akan Diumumkan di Website KPU

Tersindir Politik Genderuwo

Dia tak membantah bila salah satu yang tersindir politik genderuwo itu adalah Prabowo Subianto. Apalagi kalau Prabowo sering melontarkan pesimisme, agitasi, dan propaganda terkait hal-hal menakutkan.

“Tetapi menurut saya, seluruh politisi bahkan seluruh orang, itulah yang dimaksud Pak Jokowi,” kata Karding.

Lebih jauh, Karding menilai bahwa dengan pernyataannya, Jokowi ingin menyatakan politik ini adalah proses demokrasi, yang membutuhkan keterlibatan rakyat dalam prosesnya. Karena keterlibatan itu penting, maka segala sesuatunya harus bisa dicerna rakyat dengan baik. Maka itu, seharusnya pernyataan yang dikeluarkan harus sejalan dengan akal sehat sesuai adat kebudayaan, yang berarti harus memiliki makna optimisme.

BACA JUGA: Nama dan Logo Kampus tak Boleh Dipakai Berpolitik

“Itulah yang diharapkan oleh presiden sebagai kepala negara, juga sebagai kepala pemerintahan. Sehingga rakyat kita tidak terus menerus dicekoki dengan hal-hal yang sepele, hal-hal yang recehan, hal-hal yang teknis, atau dalam artian tidak penting,” katanya. (TMN)

sumber: beritasatu.com

62 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment