You are here
Wow! Tidak Dapat Adipura, Medan Justru Dinobatkan Sebagai Kota Paling Kotor Kota Medan 

Wow! Tidak Dapat Adipura, Medan Justru Dinobatkan Sebagai Kota Paling Kotor

topmetro.news – Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati menerangkan nama-nama 10 Kota terkotor di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya, saat pemberian penghargaan Adipura di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/2019).

“Kota terkotor itu kota metropolitan yaitu Kota Medan. Kota besar itu Bandar Lampung dan Manado. Kota sedang Sorong, Kupang, dan Palu. Kota kecil kebetulan berada di wilayah timur semua, yaitu Waykabubak (Sumba Barat), Waisai (Raja Ampat, Papua Barat), Ruteng (Manggarai, NTT), Buol (Sulawesi Tengah), dan Bajawa (Ngada, NTT),” kata Rosa.

Rosa menambahkan, di tahun ini, terdapat 369 kabupaten/kota yang dinilai KLHK dan Dewan Pertimbangan Adipura. Dan 10 kota-kota ini adalah memiliki nilai terendah dalam penilaian Adipura.

“Undang-undang kan memandatkan (TPA) sanitary landfill, tapi kami masih melangkah dengan controlled landfill. Kalau TPA masih open dumping tidak kami berikan Adipura,” ucap Rosa.

Bahkah menurut Rosa, penilaian kedua pada kepatuhan penyelesaian dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga seperti dalam amanat Perpres 97/2017.

Dalam Perpres tersebut pemerintah daerah diminta menyusun Jakstrada (Jakstrada) paling lambat Oktober 2018.

Namun hingga kini, menurut Novrizal Thahar, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK baru 300 kabupaten/kota dan 16 provinsi yang selesai menyusun Kebijakan dan Strategi Daerah.

“Dokumen ini penting sebagai acuan daerah untuk melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah sehingga tercapai 100 persen sampah kita terkelola dengan baik,” terangnya.

DKP Siapkan Program Wujudkan Medan Bersih Sampah

Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan telah mempersiapkan sejumlah program dalam rangka mewujudkan Kota Medan bersih sampah. Selain menangani kembali pengelolaan sampah yang sempat ditangani kecamatan, DKP juga telah melakukan penambahan armada. Di samping itu juga akan mengoperasikan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namo Bintang guna mendukung TPA Terjun untuk menampung sampah yang dihasilkan warga setiap harinya.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi melalui Kadis DKP H M Husni di Medan, Senin (14/1/2018). Dikatakan Husni, salah satu kendala yang dialami DKP dalam penanganan sampah karena kurangnya moda angkutan sampah. Sebab, angkutan pengangkut sampah yang dimiliki tidak sebanding dengan sampah yang dihasilkan.

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan DKP, jelas Husni, setiap warga Kota Medan menghasilkan 0,7 kg sampah perhari. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Medan yang saat ini mencapai sekitar 2,9 juta, maka sampah yang dihasilkan warga setiap harinya sekitar 2.000 ton. Ditambah lagi wilayah Kota Medan cukup luas dengan memiliki 21 kecamatan, 151 kelurahan dan 2001 lingkungan.

“Sebelum tahun 2018, moda angkutan yang masih bisa dioperasikan untuk mengangkut sampah hanya berjumlah 273 unit. Menyikapi minimnya jumlah moda angkutan sampah itu, makanya kita melakukan penambahan 40 unit konvektor dan konvektor, termasuk becak di tahun 2018. Jumlah ini pun masih dirasakan kurang, karenanya kita berupaya melakukan penambahan kembali di tahun 2019. Rencananya, ada 20 unit konvektor serta moda pendukung lainnya seperti alat berat, amrol dan bak sampah yang ditambah. Penambahan ini juga kita lakukan berdasarkan bentangan dan luas jalan di Kota Medan,” kata Husni.

Apabila jumlah moda angkutan smapah itu terpenuhi, Husni pun optimis pengangkutan sampah akan dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Artinya, pengangkutan sampah mulai dilakukan dari wilayah tempat tinggal masyarakat hingga TPA.

Penambahan Armada

”Semoga tahun ini penambahan armada angkutan sampah terealisasi. Dengan demikian sleuruh smapah yang ada ada dapat diangkut hingga TPA,” jelasnya.

Di samping armada, Husni pun optimis penanganan sampah akan lebih maksimal di tahun 2019. Sebab, penanganan sampah kembali ditangani DKP sehingga seluruh personel beserta peralatan yang ada dapat dimobilisasi untuk mengatasi permasalahan sampah, termasuk pasukan Melati dan Bestari. Sebab, Husni mengaku pihaknya telah mempersiapkan SOP terkait tata pengelolaan sampah sehingga lebih maksimal.

“Dengan SOP tersebut, masing-masing telah memiliki sistem kerja dan mengetahui apa yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Mantan Kadispenda Kota Medan itu selanjutnya menambahkan, penanganan sampah harus didukung dengan keberadaan TPA. Saat ini bilang Husni, TPA yang dioperasikan hanya TPA Terjun di Kecamatan Medan Marelan dengan lahan seluas 12 hektar. Di tahun 2019, Husni tidak mau lagi TPA hanya berfungsi hanya tempat menampung sampah. Karenanya, harus dilakukan perubahan konsep dengan melakukan pengelolaan terlebih dahulu dengan menggunakan sistem 3R yakni Resuse, Reduse dan Recycle.

“Setelah melalui sistem 3R, barulah sisa sampah yang ada kita buang ke TPA. Pengelolaan ini bisa kita lakukan dengan menggandeng pihak lain. Apabila kita tidak melakukan perubahan konsep, kemungkinan dalam 4 tahun ke depan TPA Terjun tak dapat dioeprasikan karena telah menjadi gunungan sampah,” terangnya.

Selain itu tambah Husni lagi, TPA Namo Bintang juga akan dioperasikan kembali guna mendukung TPA Terjun dengan tetap melakukan pengelolaan lebih dahulu sebelum dibuang ke tempat tersebut.

“Jika pengelolaan kedua TPA ini berjalan seperti yang kita rencanakan ini, insya Allah masalah sampah dapat kita atasi,” tegasnya optimis.

Begitu pun kata Husni, semua program ini dapat terwujud apabila mendapat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat. Artinya, masyarakat tidak bisa menyerahkan sepenuhnya masalah penanganan sampah kepada pemerintah (Pemko Medan). Untuk itu masyarakat harus terlibat dan mendukung penuh, salah satunya bisa diwujudkan dengan menjaga kebersihan dan tidak buang sampah sembarangan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

“Mulai saat ini mari kita rubah mindset, masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergitas dan dukungan penuh masyarakat serta program yang telah kita persiapkan, saya optimis,” ujarnya.

Editor: Rizal
Sumber: Berbagai Sumber

463 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment