You are here
Doorrr….!!! Penjambret Mahasiswi Ditembak, Korbannya Elisabet Silalahi Kota Medan 

Doorrr….!!! Penjambret Mahasiswi Ditembak, Korbannya Elisabet Silalahi

Advertisement

Topmetro News – Penjambret mahasiswi ditembak. Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk 2 residivis penjambret mahasiswi bernama Chintia Elisabet Silalahi (18) warga Jalan Parsaroan Ajibata, Kecamatan Ajibata, Tobasa. Lantaran melawan petugas kedua tersangka penjambret mahasiswa ditembak, hingga peluru polisi bersarang di kaki mereka.

penjambret mahasiswi ditembak polisi

Melawan Petugas, Penjambret Mahasiswi Ditembak

Catatan Koran Top Metro (media grup Topmetro.News) kedua pelaku Safrizal alias Ijal (38) warga Gang Tawon, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Govinda Sinaga (28) warga Jalan Irian barat Pasar VII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Keduanya terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

AKBP Putu Yudha Prawira, Kasat Reskrim Polrestabes Medan didampingi Iptu Made Yoga Mahendra, Kanit Ranmor dalam paparannya, Sabtu (2/2/2019) mengatakan, aksi penjambretan itu dilakukan tersangka di Jalan Sering, Kecamatan Medan Tembung, Jumat (1/2/2019) sekira pukul 09.00 wib.

Dijambret saat Korban Melintas Seorang Diri

Dimana saat itu, korban Chintia Elisabet Silalahi sedang melintas seorang diri lokasi sembari menenteng tas. Saat bersamaan kedua pelaku yang mengendarai sepedamotor Satria FU warna hitam BK 5165 CZ memepet korban dan langsung merampas tas miliknya.

Seketika itu korban sempat berteriak ‘jambret..!!!’ Namun kedua pelaku berhasil lolos dan lenyap dari pandangan mata.

Akibatnya, korban yang ngekos di Jalan Rela Medan ini menderita kerugian tas berisi 1 unit HP Samsung Galaxy Mega 58, 1 Unit Hp Oppo A3S, dompet berisi uang tunai Rp 1,6 juta dan surat-surat berharga dengan total kerugian mencapai Rp 4.260.000.

Tak senang dijambret, korban mengadu ke Polrestabes Medan dengan bukti LP / 251/ K / I / Yan 2019 / SPKT Restabes Medan, 1 Februari 2019.

Petugas yang menindaklanjuti laporan korban lalu melakukan olah TKP dan mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka atas nama Safrizal sedang melintas di Jalan Sampali.

Petugas langsung bergerak untuk mengecek informasi itu. Benar saja, polisi melihat tersangka lalu mengamankannya.

Saat diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya bersama seorang temannya.

“Mendengar pengakuan tersangka, anggota lalu bergerak mengejar teman tersangka bernama Govindo Sinaga di kawasan tanah garapan Sampali dan berhasil meringkusnya,” kata Putu Yudha.

Selanjutnya, petugas menggiring kedua tersangka penjambret mahasiswi ditembak tersebut  untuk menunjukkan barang bukti.

Namun, keduanya mencoba melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Kemudian petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki dua tersangka.

Para Tersangka Termasuk ‘Pemain Lama’

Lalu petugas membawa kedua tersangka me rumahsakit untuk pengobatan dan setelah itu memboyongnya ke Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Dari hasil interogasi kedua tersangka memang ‘pemain lama’ dan merupakan residivis,” ujar Kasat Reskrim.

Adapun TKP kedua tersangka pernah beraksi yakni di Jalan Cemara sekitar sebulan lalu, Jalan Sampali 2 bulan lalu, Jalan Krakatau simpang Jalan Jemadi sekitar 3 minggu lalu dan di Jalan Bilal pada 28 Januari 2019.

Mobil Pick Up Diterjang Peluru

Disaat bersamaan, Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Medan, juga mengungkap kasus pencurian mobil pick up Suzuki Carry Pik Up warna hitam BK 9599 EM, milik korban, Nurlela (43) rumah korban di Jalan Irian Barat Gang.Tawon Lorong I Baru Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Dalam kasus ini tersangka Safrizal alias Ijal yang kita amankan sebelumnya beraksi lagi dengan tersangka yang berbeda bernama Johan Saputra warga Tanah Garapan PWI, Kec. Percut Sei Tuan,” ungkapnya.

Masih kata Putu, tersangka Johan berhasil diringkus setelah dilakukan pengembangan, Jumat (1/2/2019) dan dia ditangkap saat berada di dalam rumahnya bersama seorang wanita bernama Nova (33) warga Jalan PWI, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Namun, tersangka Johan terpaksa ditembak di kedua kakinya karena melawan dan berusaha melarikan diri.

“Jadi atas nama Nova masih kita periksa sebagai saksi karena ikut terlibat dalam penjualan mobil curian itu. Menurut keterangan tersangka, mobil itu dijual di kawasan Namorambe seharga Rp 10 juta kepada seseorang yang sampai saat ini masih kita selidiki keberadaannya,” pungkasnya.

Reporter: Iswandi Nasution

3.535 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment