You are here
Preman Tewas Ditikam Depan Rumahnya, Sering Ganggu Pengunjung Kafe Pelakor Kota Medan 

Preman Tewas Ditikam Depan Rumahnya, Sering Ganggu Pengunjung Kafe Pelakor

Topmetro.News – Seorang preman tewas ditikam yang sering mengganggu pengunjung di Cafe Pelakor. Preman tewas ditikam itu belakangan diketahui bernama Mul alias Adi (28), warga Jalan Bersama Pasar VII, Tanah Garapan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dia tewas ditikam persis di depan rumahnya, Sabtu (9/3/2019) sekira pukul 02.00 Wib.

Preman Tewas Ditikam Sering Bikin Onar

Info yang diperoleh di kantor polisi menyebutkan, malam itu (8/1/2019), Mul alias Adi yang selama ini tidak memiliki pekerjaan tetap mendatangi Kafe Pelakor yang hanya beberapa meter dari tempat tinggalnya.

Pria bertato yang kerab membuat keonaran itu duduk di Cafe Pelakor yang menyajikan minuman Tuak, khas Medan.

Seperti biasanya, anak ke 5 dari 8 bersaudara itu mulai mengganggu pengunjung cafe dengan menyenteri setiap orang yang duduk di Pondok Pondok kafe itu. Tak hanya itu korban juga memintai rokok para pengunjung kafe.

Korban yang berlagak jagoan sempat memukuli salah seorang pengunjung kafe yang tinggal di Jalan sebelah cafe itu.

“Sempat terjadi keributan, tapi dapat dilerai, malah ibu korban yang mendengar adanya keributan juga datang ke cafe itu untuk melerai,” kata Heri (43), tetangga korban yang juga mengaku sebagai penjaga di Kafe Pelakor.

Setelah dilerai akhirnya korban dibawa Fatimah (58), ibu korban untuk pulang ke rumah.

Rupanya, kejadian itu membuat salah seorang pengunjung (belum diketahui identitasnya) yang ribut sama korban di kafe itu merasa tak senang hingga pemuda itu bersama beberapa temannya mendatangi rumah korban dan melempari rumahnya dengan batu sambil menyuruh korban keluar untuk menantang korban.

”Pintu rumah korban pun sampai rusak dilempari batu sama anak-anak tiga suku itu (remaja) kejadian itu juga sempat dilerai lagi,”ungkap seorang tetangga korban yang tak ingin disebut namanya.

Tikam Dada Kanan dan Ruruknya

Setelah keributan mereda, akhirnya, Dini hari (9/3/2019) sekira pukul 03.00 dimana Cafe Pelakor tutup, korban kembali keluar untuk duduk di depan rumah setelah ibu dan 4 saudaranya sedang tertidur di dalam rumah.

”Saat itulah para pelaku mendatangi anakku (Adi) lagi dan menikam dada sebelah kanan dan rusuk bagian kiri serta tangan, kemudian mereka kabur,” kata Fatimah saat berada di RS Bhayangkara Medan, menunggu anaknya di autopsi.

Dengan berlumuran darah korban membuka pintu sambil memanggil-manggil ibunya dan mengatakan: “Dibunuh aku Mak…”

Selanjutnya korban terus berlari ke belakang rumah dan membuka pintu belakang rumah menuju rumah Fitri, kakak korban yang kebetulan tinggal di belakang rumah korban.

“Saat itulah anakku roboh berlumuran darah dan kami beserta warga langsung membawa anakku ke RS Haji Medan, tapi tak berapa lama anakku sudah gak ada lagi (menghembuskan nafas terakhirnya),” ujar Fatimah sedih.

Pekaku Sedang Diburu Polisi

Sementara Kanit Reskrim Polsek Percut, Iptu MK Daulay membenarkan adanya kejadian itu.

“Korban telah kita bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi, saat ini kita sedang lidik untuk mengungkap pelakunya,” katanya.

Reporter: surya irwandi

301 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment