You are here
Ini Tradisi Paskah di Sejumlah Belahan Dunia Internasional Komunitas 

Ini Tradisi Paskah di Sejumlah Belahan Dunia

topmetro.news – Pekan Suci Paskah yang diperingati sejak Kamis Putih (18/4/2019), Jumat Agung (19/4/2019), sampai Minggu Paskah (21/4/2019) dirayakan dengan berbagai tradisi Paskah berbeda di seluruh dunia.

Di Roma, Jumat (19/4/2019), sebelum Paskah disebut sebagai ‘Venerdi Santo’ yang artinya ‘Jumat Suci’. Ini sebagai peringatan hari dimana Kristus disalibkan. Banyak warga Italia berpuasa atau melakukan pantang makanan dengan hanya memakan ikan. Di hari itu, gereja-gereja Katolik menutup setiap patung dan salib dengan kain hitam atau ungu.

Peringatan terbesar Jumat Agung di Roma, yang dikenal sebagai ‘Jalan Salib’ atau ‘Stasiun Salib’ adalah prosesi obor khimad yang dipimpin oleh Paus. Kerumunan orang yang mengikuti prosesi itu mengunjungi 14 stasiun salib, yang masing-masing menyimbolkan bagian dari sengsara dan kematian Yesus. Prosesi tersebut dimulai di Koloseum dan berakhir di Bukit Palatine.

Di Yerusalem sebagai tempat penyaliban Yesus, Jumat Agung menjadi peringatan sangat spiritual dan ritual untuk seluruh kota. Warga melakukan ziarah untuk melewati jalan-jalan dimana Yesus membawa salib, menelusuri langkah-langkah Yesus menuju Golgota (Bukit Tengkorak).

Setelah melakukan ziarah spiritual lewat Jalan Salib, ada prosesi pemakaman dimana para peserta melakukan penguburan kembali Yesus.

BACA JUGA | Kesabaran Yesus Hendaknya Jadi Teladan Hadapi Penderitaan

Peringatan Jumat Agung

Di Jamaika, tradisi Paskah diperingati dengan mewarnai telur-telur. Warga Jamaika memberikan warna-warna cerah pada setiap telur dan masing-masing telur mempunyai kegunaan berbeda selama perayaan Jumat Agung.

Tradisi ini memecahkan telur dan memisahkan kuning telur dari putih telur. Sebelum matahari terbit, mereka akan menuangkan putih telur ke dalam segelas air. Saat panas matahari menghangatkan gelas, pola akan terbentuk dari telur tersebut. Di masa lalu, para tetua Jamaika meyakini pola itu menunjukkan bagaimana Anda akan meninggal.

Sementara tradisi paskah di Lapangan Trafalgar London, Inggris, menggelar drama penyaliban Yesus setiap Jumat Agung. ‘The Passion of Jesus’ menampilkan gabungan aktor-aktor amatir dan profesional Kristen yang membawa para penontonnya ke dalam perjalanan, mulai dari penangkapan sampai kebangkitan Yesus.

Acara itu menampilkan lebih dari 100 aktor serta beberapa hewan. Dikarenakan penampilan itu menampilkan penyaliban sesungguhnya, maka anak-anak yang menoton harus didampingi orangtua.

Sedangkan, di Amerika Tengah seperti Honduras, El Salvador, dan Guatemala, menggunakan seni untuk merayakan Jumat Agung. Jalan-jalan dipenuhi dengan Alfombras, yang dalam Bahasa Spanyol berarti permadani. Digambar dengan serbuk gergaji berwarna-warni, dengan subjeknya seringkali berfokuskan kepada keagamaan atau alam.

sumber | beritasatu.com

256 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment