You are here
Pelaku UMKM di Samosir Ikuti Penyuluhan Jaminan Halal Daerah Ekonomi & Bisnis 

Pelaku UMKM di Samosir Ikuti Penyuluhan Jaminan Halal

topmetro.news – Belakangan ini, pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang mengkreasikan berbagai produk lokal oleh-oleh khas Samosir sebagai daerah kawasan pariwisata, cukup pesat.

Guna mendukung agar para pelaku UMKM ini terus berkreasi, Pemkab Samosir melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Koperindag) menggelar penyuluhan sistem jaminan halal bagi para pelaku UMKM.

Kegiatan digelar selama tiga hari, 15-17 Mei 2019 di Hotel JTS Parbaba, Kecamatan Pangururan. Diikuti sebanyak 30 pelaku UMKM di Kabupaten Samosir. Menghadirkan Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (LP POM MUI SU) Rosdanelli Hasibuan dan Retni Kustiyah Mardi Ati, selaku sekretaris sebagai narasumber.

Kepala Disnaker Koperindag melalui Kabid Koperasi dan UKM Resmin Situmorang lewat laporannya mengatakan bahwa tujuan penyuluhan sistem jaminan halal ini yaitu memberikan pengetahuan dan kepastian status kehalalan produk yang dihasilkan para pelaku UMKM di Kabupaten Samosir.

Pertumbuhan UMKM

Kegiatan ini juga merupakan bentuk keseriusan Pemkab Samosir dalam pemberdayaan dan pengembangan pertumbuhan UMKM. Khususnya usaha mikro, baik itu secara pengemasan sampai dengan mendapatkan sertifikasi halal.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Sehingga dibutuhkan adanya keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan konsumen. Yang antara lain dapat diperoleh melalui adanya sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM,” kata Resmin Situmorang, Kamis (16/5/2019).

Untuk itu, lanjutnya, agar produk-produk lokal yang dihasilkan pelaku UMKM di Kabupaten Samosir terjamin kehalalannya, Disnaker Koperindag menggelar penyuluhan jaminan halal ini. Juga dengan harapan produk-produk yang dihasilkan para pelaku UMKM bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Direktur LP POM MUI SU Rosdanelli Hasibuan selaku narasumber menyampaikan materinya tentang sistem jaminan halal terkait kebijakan, urgensi dan prosedur mendapatkan sertifikasi halal.

Kata Rosdanelli, penyuluhan menjadi wadah bagi pelaku UMKM, untuk mendapatkan informasi mengenai tata cara atau mekanisme/proses memperoleh sertifikasi halal atas produk yang dihasilkan.

Sertifikasi Halal

Karena menurutnya, dalam kegiatan ini membahas mengenai prinsip-prinsip yang harus dipenuhi sebagai syarat mutlak dalam proses sertifikasi halal. Untuk itu, para pelaku UMKM untuk berproduksi sehingga dapat diyakini konsistensi kehalalannya.

“Diharapkan melalui penyuluhan ini para pelaku UMKM di Kabupaten Samosir dapat mengetahui impelementasi cara produksi pangan olahan yang baik. Sehingga dapat memperoleh sertifikat halal,” katanya.

Setelah diketahui cara implementasi produk pangan olahan yang baik, diharapkan juga para pelaku UMKM memahami sistem jaminan halal. “Dimana melalui SJH ini para pelaku UMKM senantiasa menjaga komitmen dalam menjaga kehalalan pada proses produksi dan produk yang dihasilkannya,” tutupnya.

reporter | Tetty Naibaho

253 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment