You are here
Kabid di BPBD Laporkan Fitnah Dirinya ke Polres Batubara Daerah 

Kabid di BPBD Laporkan Fitnah Dirinya ke Polres Batubara

topmetro.news – Seorang ASN di Batubara tidak terima difitnah sebab sengaja dilibatkan berkomentar terkait tulisan dalam media online ‘Bupati Batubara dituduh jalan-jalan ke Jakarta saat ribuan warganya terendam banjir’.

Kabid Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batubara Buhari Irham (44), melaporkan pemilik sekaligus merangkap sebagai penulis salah satu media online diduga bukan merupakan produk jurnalistik (sebab belum memenuhi unsur sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers).

Kepada wartawan di Lima Puluh, Jumat (1/11/2019), dia mengungkapkan bahwa dirinya diwawancarai TAF (25) yang merupakan pemilik sekaligus wartawan yang konon selalu disebut-sebut sebagai media online lokal Batubara sehubungan bencana banjir yang kemarin terjadi di daerah tersebut.

TAF sendiri dalam tulisannya menyatakan seakan telah mempertanyakan keberadaan Bupati Batubara Ir H Zahir MAP kepada Buhari Imran yang disebutkannya memang mengungkapkan kalau Bupati saat itu tengah tugas keluar kota.

Sedang dalam tulisannya di ‘K.id’, TAF pun menyatakan bahwa Buhari Imran seakan membuat pernyataan membenarkan. Bahwa banjir tersebut telah pula turut merendam desa tempat kediaman Bupati Batubara. Padahal Bupati Batubara sendiri tidak berdomisili tepatnya di Desa Kwala Gunung.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah mengatakan seperti yang tertulis dalam K.id. Sebab saya tahu Pak Bupati berdiam di rumah dinas Komplek perumahan Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka,” ucap Buhari.

Polres Batubara

Karena merasa difitnah, akhirnya Buhari pun membuat laporan polisi ke Polres Batubara. Bukti laporan No. LP/306/XI/2019/SU/ Res B. Bara, tanggal 01 November 2019.

Didampingi Ramadhan Zuhri SH Penasehat Hukum Korpri Batubara, Buhari berharap kiranya Polres Batubara bisa mengusut tuntas kasus yang mengkaitkan namanya selaku ASN di Pemkab Batubara dalam tulisan TAF.

Menimpali keterangan Buhari, selaku kuasa hukum, Ramadhan Zuhri juga meminta Polres Batubara agar benar-benar serius menangani dugaan fitnah dimaksud. Terlebih dalam tulisan berbentuk berita namun diyakininya bukan merupakan sebuah produk jurnalistik tersebut, TAF mencantumkan jabatan klien-nya.

“Ini sudah jelas fitnah dalam jabatan negeri,” tutur Zuhri.

Lebih lanjut, Ramadhan Zuhri menjelaskan, selain terlapor diduga telah melanggar KUHPidana, TAF pun berpotensi dapat dijerat ataupun dipersangkakan sudah melanggar UU No. 11 Pasal 27 Ayat 3 Tahun 2008 tentang ITE . Itu sehubungan dengan ujaran kebencian dan berita ‘hoax’ yang diperbuat TAF dalam tulisan di ‘K.id’ terhadap Bupati Batubara.

reporter | TIM

203 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment