You are here
Kata Ilmuwan Turki, Nabi Nuh Hubungi Anaknya Pakai Ponsel Sebelum Banjir Internasional Tekno 

Kata Ilmuwan Turki, Nabi Nuh Hubungi Anaknya Pakai Ponsel Sebelum Banjir

topmetro.news – Seorang ilmuwan Turki, Yavuz Ornek, membuat pernyataan yang kontroversial. Ia mengungkapkan bahwa Nabi Nuh menghubungi anaknya menggunakan ponsel sebelum banjir besar terjadi.

Dilansir Hurriyet Daily News, Ornek dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi setempat, TRT, mengatakan Nabi Nuh sempat berkomunikasi dengan anaknya melalui sambungan telepon karena lokasi mereka yang saling berjauhan. Ornek adalah dosen di Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Istanbul.

“Terjadi gelombang setinggi 300 hingga 400 meter dan anaknya (anak Nabi Nuh) berjarak beberapa kilometer jauhnya. Dalam Alquran disebutkan, Nabi Nuh berbicara dengan anak laki-lakinya. Namun, bagaimana mereka berkomunikasi? Apakah itu sebuah keajaiban? Mungkin saja. Namun, kami percaya ia berkomunikasi dengan anaknya melalui ponsel,” kata Ornek.

Ornek juga mengklaim Nabi Nuh membangun kapal yang terbuat dari lempengan baja dan menggunakan energi nuklir. “Saya seorang ilmuwan, saya berbicara atas nama ilmu pengetahuan,” tutur ilmuwan Turki ini.

Kisah Banjir Besar di Zaman Nabi Nuh

Ilustrasi Bahtera Nabi Nuh | transitionvoice.com

Sebuah banjir besar pernah terjadi pada masa Nabi Nuh. Kisah ini diabadikan dalam Alquran surat Nuh (71) ayat 25-28.

Kisah itu menceritakan bagaimana sebuah banjir besar pernah terjadi dan dialami Nabi Nuh bersama kaumnya.

Kisah Nabi Nuh membuat kapal untuk menyelamatkan keluarga, pengikutnya, dan segenap makhluk hidup lainnya juga diabadikan dalam Alquran surat Hud (11) ayat

Kisah ini tidak hanya dipercayai oleh pemeluk Agama Islam, tapi juga Kristen dan Yahudi. Para ilmuwan dan petualang telah mencari kapal tersebut selama bertahun-tahun, tapi hingga kini belum berhasil.

Berdasarkan laporan National Geographic pada 30 April 2010, sebuah kelompok mengklaim telah menemukan sisa bahtera Nabi Nuh di bawah salju dan abu vulkanik di Gunung Agri, Turki.

sumber | liputan6.com

316 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment