Curah Hujan Tinggi Sebabkan Tanggul Jebol di Sergai, Pemkab Tinjau dan Segera Lakukan Perbaikan

topmetro.news – Curah hujan tinggi yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengakibatkan debit air Sungai Sei Putih, Kecamatan Sei Bamban, meningkat drastis hingga menyebabkan dua titik tanggul jebol.

Merespons cepat situasi tersebut, Pjs Bupati Sergai H Parlindungan Pane SH MSi, bersama Camat Sei Bamban Doni Salfaria Simarmata MSi, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, dan Forkopimcam, meninjau langsung lokasi, Rabu (16/10/2024).

Dalam kunjungannya, Parlindungan Pane menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi. Dia mengimbau warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong guna mencegah dampak bencana yang lebih besar.

“Di tengah cuaca ekstrem seperti ini, kita perlu menggalakkan kembali gotong royong. Dengan bersama-sama menjaga lingkungan dan membantu perbaikan tanggul, kita bisa meminimalkan dampak bencana,” ujar Parlindungan Pane, Jumat (18/10/2024), di sela-sela rutinitasnya di Kantor Bupati Sergai.

Parlindungan Pane juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat tanggul di sepanjang Sungai Sei Putih. Pemkab Sergai, sudah berkoordinasi dengan BWSS II untuk pembangunan bronjong di beberapa titik rawan tanggul pada tahun depan.

“Kami sedang mengupayakan pembangunan bronjong melalui BWSS II di beberapa titik sepanjang Sungai Sei Putih untuk memperkuat tanggul dan mencegah kerusakan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat ini, perbaikan darurat tanggul yang jebol telah selesai. Proses rehabilitasi juga akan dilanjutkan di Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, yang terdampak kenaikan debit air.

Parlindungan Pane menjelaskan bahwa rehabilitasi tanggul menjadi tanggung jawab bersama antara BWSS II dan Dinas PUTR Sergai. Beberapa sungai lain yang terdampak curah hujan tinggi, seperti Sungai Sibarau, Sungai Martebing, Sungai Padang, dan Sungai Bahilang, telah mendapatkan penanganan dengan dukungan dari Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

Salah satu sungai yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Sungai Sibarau, yang melintasi Desa Meriah Padang di Kecamatan Tebing Tinggi dan Desa Simalas di Kecamatan Sipispis.

Dua titik tanggul sepanjang 25 meter jebol akibat derasnya aliran air, dan BWSS II segera melakukan perbaikan dengan mengerahkan alat berat excavator. Rehabilitasi di kedua desa tersebut kini telah rampung.

Di Sungai Sei Putih, selain jebolnya tanggul sepanjang 15 meter di Dusun 3, Desa Belutu, area terdampak lainnya termasuk Desa Bakaran Batu. Proses rehabilitasi di lokasi tersebut telah selesai dengan BWSS II sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, di Sungai Martebing, Desa Suka Damai, terjadi jebolnya tanggul sepanjang 15 meter yang kini tengah dalam tahap perbaikan. Sungai Padang yang mengalir melalui Desa Bandar Tengah dan Desa Juhar di Kecamatan Bandar Khalifah juga mengalami kerusakan di tiga titik tanggul yang saat ini sedang diperbaiki oleh Dinas PUTR dan Forum TJSLP dengan dukungan excavator.

Di Sungai Bahilang, tanggul sepanjang total 56 meter yang tersebar di tujuh titik di Desa Penggalian dan Desa Sibulan, Kecamatan Tebing Syahbandar, juga telah mendapatkan penanganan serupa oleh Dinas PUTR dan Forum TJSLP.

Di kesempatan tersebut Parlindungan Pane juga menegaskan bahwa penanganan tanggul jebol ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara BWSS II, Dinas PUTR Sergai, dan Forum TJSLP.

Pemkab Sergai terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan kondisi seluruh sungai terjaga demi mencegah potensi bencana yang lebih besar.

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan memperkuat infrastruktur tanggul agar masyarakat terlindungi dari ancaman banjir,” pungkas Parlindungan Pane.

reporter | Fani

Related posts

Leave a Comment