Pelestarian Rumah Adat Simalungun di Kecamatan Pamatang Purba

UPAYA pelestarian Rumah Adat Simalungun di Kecamatan Pamatang Purba, kembali mendapat sorotan publik, setelah pemerintah daerah bersama masyarakat adat setempat meningkatkan program konservasi terhadap bangunan-bangunan tradisional yang menjadi identitas Budaya Simalungun.

Rumah Adat Simalungun, yang dikenal dengan arsitektur khas berbentuk panggung, atap menjulang, serta ornamen ukiran bermakna filosofis, telah lama menjadi simbol sejarah kerajaan dan masyarakat Simalungun. Kecamatan Pamatang Purba, yang merupakan wilayah penting dalam perkembangan budaya tersebut, menyimpan sejumlah rumah adat berusia puluhan hingga ratusan tahun.

Menurut keterangan dari tokoh adat setempat, semakin sedikitnya jumlah rumah adat yang bertahan disebabkan oleh kerusakan alami, minimnya biaya perawatan, serta berkurangnya generasi muda yang memahami teknik pembangunan tradisional.

“Banyak rumah adat yang mulai lapuk. Jika tidak segera diperbaiki, kita bisa kehilangan jejak sejarah yang sangat berharga,” ujar salah satu tokoh adat.

Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam beberapa tahun terakhir mulai melakukan langkah konkret, termasuk pendataan rumah adat, alokasi dana rehabilitasi, hingga pelatihan bagi masyarakat tentang teknik perbaikan bangunan tradisional. Program kemitraan dengan lembaga kebudayaan dan akademisi juga tengah dijalankan untuk memastikan pelestarian dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan kawasan wisata budaya di Pamatang Purba turut mendorong kesadaran masyarakat akan nilai ekonomi dari pelestarian rumah adat. Beberapa bangunan telah dijadikan lokasi edukasi budaya, dan pusat kegiatan adat yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih mengemuka, terutama terkait pendanaan jangka panjang dan sikap sebagian masyarakat yang memilih acuh tak acuh pada Rumah Adat Simalungun yang masih ada. Para pemerhati budaya berharap adanya regulasi yang memperkuat perlindungan bangunan adat dan insentif bagi pemilik rumah adat atau masyarakat setempat yang bersedia mempertahankan struktur bangunan asli.

Pelestarian Rumah Adat Simalungun di Pamatang Purba bukan hanya soal menjaga bangunan fisik, tetapi juga upaya merawat identitas dan warisan leluhur. Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan generasi muda, harapan untuk mempertahankan kekayaan budaya ini di masa depan semakin terbuka. (Immanuel Bintang Cristopher Batubara – mahasiswa Prodi Sastra Batak Fakultas Ilmu Budaya USU)

Related posts

Leave a Comment