Program JKN Bantu Penjaga Kantin Sekolah Sembuh dari Kanker Payudara

topmetro.news, Aceh Singkil– Suliah (46), seorang penjaga kantin sekolah asal Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, tak pernah menyangka dirinya akan berjuang melawan penyakit serius.

Berkat kepesertaannya sebagai penerima manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang iurannya ditanggung pemerintah daerah dan dikelola oleh BPJS Kesehatan, ia kini dapat kembali sehat tanpa mengeluarkan biaya pengobatan sedikit pun.

Kisah Suliah bermula setelah melahirkan anak pertamanya. Saat itu, ia merasakan adanya benjolan kecil di sekitar payudaranya. Karena khawatir, ia memutuskan untuk memeriksakan kondisi tersebut kepada mantri di desanya.

“Setelah melahirkan saya merasa ada semacam benjolan di payudara. Lalu saya pergi ke mantri, tapi katanya tidak apa–apa,” ujar Suliah saat ditemui di kediamannya, Senin (27/10).

Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan itu semakin membesar dan menimbulkan rasa nyeri. Karena keluhan tidak kunjung membaik, Suliah akhirnya memeriksakan diri ke salah satu klinik di Rimo, Kabupaten Aceh Singkil. Berdasarkan pemeriksaan dokter di Klinik Indah Sari, ia disarankan segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Lama kelamaan benjolan itu semakin besar, ukurannya seperti telur ayam dan mulai berdenyut serta sakit. Setelah diperiksa di klinik, dokter bilang kemungkinan ini kanker payudara dan harus segera dioperasi. Saya langsung diberi surat rujukan ke Rumah Sakit Umum Kota Subulussalam. Saya takut sekali waktu itu,” jelasnya.

Setibanya di rumah sakit, Suliah langsung diperiksa oleh dokter dan dijadwalkan menjalani operasi pada hari yang sama.

“Siang itu kami langsung berangkat ke rumah sakit. Setelah menunggu antrean dan dicek oleh dokter, saya tidak diizinkan pulang karena kondisi sudah cukup serius. Saya langsung dijadwalkan operasi hari itu juga.”

Operasi berjalan lancar. Selama menjalani perawatan, Suliah mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga medis dan staf rumah sakit. Ia juga merasa lega karena proses administrasi berlangsung mudah dan tidak berbelit.

“Di rumah sakit saya dilayani dengan baik oleh perawat dan dokter. Dari pendaftaran sampai operasi selesai tidak ada proses yang ribet, saya cukup menunjukkan KTP saja,” ucap Suliah penuh syukur.

Seluruh biaya pemeriksaan, operasi, hingga kontrol pascaoperasi ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan.

“Saya tidak mengeluarkan uang sedikit pun. Semua ditanggung BPJS Kesehatan, mulai dari pengecekan, operasi, hingga kontrol setelah operasi.”

Suliah mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelayanan yang ia terima. Ia berharap Program JKN terus berlanjut dan semakin baik ke depannya.

“Terima kasih BPJS Kesehatan. Semoga BPJS semakin maju dan selalu membantu orang kecil seperti kami,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Suliah berpesan kepada masyarakat agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta Program JKN. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita negatif terkait BPJS Kesehatan.

“Jangan tunggu sakit baru daftar BPJS Kesehatan. Program ini sangat membantu. Jangan pula mudah percaya berita bohong tentang BPJS Kesehatan karena saya sudah merasakan manfaatnya sendiri, dari pelayanan yang baik sampai biaya yang sepenuhnya ditanggung.” pungkasnya.

Penulis | Erris

Related posts

Leave a Comment