topmetro.news, Langkat – Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti SH, menghadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) TA 2026, di Lapangan Upacara Satya Haprabu SPN Polda Sumut, Hinai, Senin (20/7/2026).
Upacara pembukaan dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, yang secara resmi membuka pendidikan bagi 103 siswa Bintara Polri SPKT TA 2026. Para peserta akan mengikuti pendidikan selama lima bulan dengan kurikulum terbaru berbasis Outcome-Based Education (OBE) sesuai amanat Undang-Undang Polri.
Turut hadir, Pejabat Utama Polda Sumut, Kepala SPN Polda Sumut Kombes Wiyono Eko Prasetyo, unsur Forkopimda Langkat, jajaran pimpinan OPD Pemkab Langkat, Forkopimcam Hinai, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam amanatnya, Wakapolda Sumut mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah berhasil melewati proses seleksi selama kurang lebih empat bulan, hingga dinyatakan lulus mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2026.
Ia menegaskan, bahwa penerapan kurikulum OBE bertujuan membentuk personel Polri yang profesional, modern, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di era digital, melalui pencapaian kompetensi, sikap, serta standar kinerja yang terukur.
Selain itu, Wakapolda juga berpesan agar seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempersiapkan fisik dan mental, mematuhi seluruh peraturan selama pendidikan, meninggalkan kebiasaan yang kurang baik, serta menumbuhkan semangat belajar demi menjadi anggota Polri yang berkualitas.
Sementara itu, Tiorita Br Surbakti SH menyampaikan apresiasi atas dimulainya pendidikan Bintara Polri TA 2026. Ia menilai, penerapan kurikulum OBE ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Tunjukkan seluruh bakat dan kemampuan selama mengikuti pendidikan ini. Persiapkan diri menjadi anggota Polri yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar Tiorita.
Tiorita berharap, pendidikan yang dijalani tidak hanya membentuk kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga memperkuat jiwa kepemimpinan, etika, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
“Saya berharap para peserta mampu menjadi personel Polri yang humanis, profesional, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran Polri yang dekat dengan rakyat akan semakin memperkuat kepercayaan publik dan menjaga kondusivitas daerah,” tutupnya.
reporter | Rudy Hartono

