topmetro.news, Medan – Paviliun Pulau Pinang, Malaysia kaya dengan mercu tanda bersejarah peninggalan masa silam dan kombinasi dari berbagai etnik Tapak Warisan Dunia UNESCO dan dipamerkan di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026.
“Pencapaian yang membanggakan ini telah membuktikan bahwa kunjungan wisatawan ke Pulau Mutiara tidak lengkap, bila tidak menginjakkan kaki ke sepuluh mercu tanda legenda ini,” kata Pejabat Setia Usaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Safi Hakemi bin Azhar, kepada wartawan di lokasi PRSU Medan, Kamis (23/7).
Safi menyebutkan, mercu tanda legenda tersebut, yakni Kota Cornwallis, Menara Jam Peringatan Victoria, Dewan Bandara Pulau Pinang, Rumah Agam Peranakan, Rumah Agam Cheong Fati Tze, Little India, Jalan Harmoni Pulau Pinang, Bukit Bendera,Rumah Agam Suffolk, dan Tekong Kek Lok Si.
Selain itu, Pulau Pinang yang merangkumi tanah besar Seberang Perai (dahulunya dikenal sebagai wilayah Wellesley) mungkin tidak mempunyai banyak peninggalan sejarah seperti yang tidak di bahagian pulau.
“Namun pengunjung masih dapat melawat beberapa lokasi dan mercu tanda warsan yang mempunyai kaitan dan memberi dampak pada penduduk di era masa lalu maupun sekarang,” katanya.
Sebelum nya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung keikutsertaan Pulau Pinang, Malaysia di Pekan Raya Sumut (PRSU) ke-50 tahun 2026, dan sekaligus mempererat hubungan kerja sama yang telah lama terjalin.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat meninjau Paviliun Pulau Pinang, Malaysia, di arena PRSU Medan, Senin malam (20/7).
Dalam kunjungan itu, Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap disambut Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Tuan Muhammad Ghopran bin Yeop Hamzah.
Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan PRSU 2026, Pulau Pinang mempromosikan sektor pelancongan (pariwisata), layanan kesehatan, serta berbagai produk usaha lokal seb agai upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Sumut.
Paviliun Pulau Pinang menghadirkan beragam kuliner khas yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Malaysia, khususnya Pulau Pinang yang dikenal sebagai titik pertemuan berbagai etnis dan pedagang dari berbagai negara. Pengunjung dapat mengenal sekaligus mencicipi aneka hidangan, seperti nasi kandar, nasi udang, mi Jawa, roti Benggali, char kuey teow, oh chien, pasembor, kerabu bihun, mi soto, hingga roti canai.
Selain kuliner, paviliun tersebut juga menampilkan berbagai produk unggulan usaha lokal, mulai dari oleh-oleh khas, minuman tradisional seperti mocha drink, herbal tradisional, hingga produk perlindungan tanaman yang ramah lingkungan.
Sulaiman Harahap juga meninjau berbagai produk unggulan, potensi investasi, promosi pariwisata, layanan kesehatan, serta kekayaan budaya yang dipamerkan di Paviliun Pulau Pinang. Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan perwakilan Pemerintah Negeri Pulau Pinang mengenai berbagai peluang pengembangan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua wilayah.
“Partisipasi Pulau Pinang di PRSU diharapkan semakin memperkuat hubungan yang telah terbangun, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan,” ujar Sulaiman Harahap.
Usai meninjau seluruh stan, Sulaiman Harahap beserta rombongan menikmati hidangan tradisional khas Malaysia serta menyaksikan secara langsung atraksi pembuatan roti canai.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra, Komisaris PPSU Effendy Pohan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut yang diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Porman Mahulae.
Penulis I Erris

