72 Bus Listrik di Medan Diusulkan Gratis untuk Pelajar, Subsidi Capai Rp91 Miliar

topmetro.news, Medan – Komisi II DPRD Medan mendorong pemko memberikan layanan angkutan gratis bagi pelajar, khususnya melalui 72 unit bus listrik yang saat ini beroperasi di Kota Medan.

Usulan tersebut dinilai dapat membantu meringankan beban orang tua, terutama keluarga prasejahtera, sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap akses dan mutu pendidikan.

Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah menyampaikan usulan itu dalam rapat evaluasi triwulan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (7/9/2026).

Afif meminta Dinas Pendidikan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk merealisasikan kebijakan tersebut.

“Disdik supaya segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk menggratiskan ongkos pelajar di Kota Medan,” kata Afif.

Menurutnya, bus listrik dapat menjadi langkah awal penerapan angkutan gratis bagi pelajar. Program tersebut dinilai sangat dibutuhkan, terutama bagi pelajar yang menggunakan trayek menuju kawasan Belawan dan Medan Utara.

“Terutama trayek bus listrik ke Belawan daerah Medan Utara. Sangat dibutuhkan subsidi ongkos pelajar, karena mayoritas warga di sana adalah prasejahtera,” ujarnya.

Afif juga menyoroti besarnya subsidi yang telah dialokasikan Pemko Medan untuk operasional bus listrik. Berdasarkan data yang disampaikannya, 72 unit bus listrik tersebut mendapat subsidi APBD sekitar Rp91 miliar setiap tahun.

“Kenapa ini tidak dimanfaatkan. Sementara bus listrik beroperasi selalu kosong, tidak diminati warga,” katanya.

Ia menilai subsidi tersebut akan lebih optimal jika sekaligus dimanfaatkan untuk membantu pelajar memperoleh akses transportasi menuju sekolah tanpa harus terbebani biaya perjalanan.

Senada, anggota Komisi II DPRD Medan Lily MBA dan Henry Jhon Hutagalung meminta Pemko Medan melalui Dishub, Disdik dan tim anggaran pemerintah daerah segera mengkaji skema anggaran untuk subsidi ongkos pelajar.

Keduanya juga mendorong adanya koordinasi dengan Organda agar teknis pelaksanaan subsidi transportasi gratis bagi pelajar dapat disiapkan dengan baik.

“Untuk saat ini Pemko Medan diminta dapat merealisasikan ongkos gratis naik bus listrik. Dan kelanjutannya agar berkoordinasi dengan pihak Organda soal teknis pelaksanaan subsidi bantuan ongkos gratis bagi pelajar,” tandas mereka.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Modesta Marpaung yang memimpin rapat mengatakan usulan tersebut layak mendapat perhatian serius dari Pemko Medan.

Menurutnya, biaya transportasi menjadi salah satu beban yang masih dikeluhkan sebagian orang tua, sehingga program angkutan gratis bagi pelajar dapat menjadi solusi konkret.

“Banyak para orang tua saat ini mengeluhkan biaya ongkos anaknya pergi ke sekolah. Untuk itu sangat pantas jika keluhan itu disikapi Pemko Medan,” harap Modesta.

Menanggapi usulan tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan.

“Usulan yang bagus, ini akan kami koordinasikan kepada Dinas Perhubungan Medan,” ujar Barli.

reporter | Thamrin Samosir

Related posts

Leave a Comment