ADVENTORIAL
KETERSEDIAAN air menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir mendorong pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, dan Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendorong pembangunan rendah karbon di Kabupaten Samosir.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir, Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Pemerintah Kerajaan Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth and Development Office (UKFCDO), kedua fasilitas PATS dirancang untuk melayani 155 hektare lahan persawahan dengan penerima manfaat sebanyak 1.652 petani.
Pemanfaatan energi matahari untuk menggerakkan pompa air diharapkan menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan air, terutama pada lahan sawah tadah hujan yang bergantung pada kondisi cuaca.
Energi Matahari Mengalirkan Air ke Sawah Petani

PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus diresmikan oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan sejumlah pemangku kepentingan pada 3 Oktober 2026.
Fasilitas berkapasitas 69,3 kilowatt tersebut memanfaatkan energi matahari untuk mengoperasikan pompa yang mengalirkan air Danau Toba menuju jaringan distribusi dan lahan pertanian masyarakat.
Dalam kondisi penyinaran matahari yang optimal, PATS mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari. Fasilitas ini dirancang untuk melayani 82 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sebanyak 749 petani.
Sebelum tersedianya fasilitas tersebut, sebagian besar petani hanya dapat melakukan penanaman satu kali dalam setahun. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan meningkat dan produksi padi diproyeksikan naik dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan energi surya membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan biaya operasional. PATS Sibonor Ompu Ratus juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 10,18 ton per tahun.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberikan ruang bagi petani untuk merencanakan masa tanam dengan lebih baik, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan meningkatkan hasil pertanian.
PATS Rp6,9 Miliar Dibangun di Pakpahan

Keberhasilan pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus menjadi pijakan untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Samosir.
Program tersebut berlanjut melalui pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, dengan nilai pembangunan mencapai Rp6,9 miliar.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Deputi Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, dan Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt pada 3 Oktober 2026.
PATS Pakpahan dirancang untuk mengairi 73 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sebanyak 903 petani.
Melalui pemanfaatan energi matahari, produksi padi di wilayah tersebut diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi sekitar 288 ton per tahun. Ketersediaan air yang lebih baik diharapkan membantu petani meningkatkan frekuensi tanam, mengurangi ketergantungan terhadap musim hujan, dan menekan biaya operasional.
Pembangunan PATS Pakpahan juga diproyeksikan mengurangi emisi karbon sekitar 7,32 ton per tahun.
Jika seluruh target produksi kedua fasilitas tercapai, produksi padi dari kedua wilayah tersebut diproyeksikan mencapai 438 ton per tahun, meningkat dari total produksi awal sekitar 146 ton per tahun.
Secara keseluruhan, kedua fasilitas PATS mencakup 155 hektare lahan persawahan dan dirancang memberikan manfaat kepada 1.652 petani. Intervensi energi bersih tersebut juga diproyeksikan menghasilkan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.
Vandiko: Pembangunan Berawal dari Usulan Masyarakat

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa pembangunan PATS berawal dari usulan masyarakat yang diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian PPN/Bappenas hingga memperoleh dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris.
Menurut Vandiko, program tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas pemerintahan dan kemitraan internasional dalam menghadirkan pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“PATS ini merupakan usulan dari masyarakat Kabupaten Samosir yang diteruskan kepada pemerintah atasan, mulai dari Bapak Gubernur dan Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris dan dibawa menjadi program di Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.
Ia mengatakan, keberadaan PATS membantu masyarakat, khususnya petani, dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya operasional.
“Dengan pembangunan ini sangat membantu masyarakat dan petani, khususnya dalam menyiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biaya operasional juga sudah berkurang,” ujarnya.
Vandiko turut mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung pembangunan jaringan pipa, termasuk memberikan ruang bagi pemasangan jaringan yang melintasi kawasan permukiman.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Harapan kami, dengan adanya program ini mari kita bersama-sama menjaga dan merawat apa yang telah dibangun di daerah kita dengan baik. Jangan hanya bisa meminta, tetapi kita juga harus tahu mengucap syukur dan berterima kasih dengan cara menjaga serta merawat fasilitas ini,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Samosir, lanjut Vandiko, akan mendukung skema perawatan PATS dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi karena Kabupaten Samosir memperoleh dukungan pembangunan PATS di dua desa.
“Kita bersyukur karena dari 540 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Samosir tidak hanya mendapatkan satu, tetapi usulan yang kedua juga sudah diakomodir. Tentu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Bappenas: PATS Jadi Contoh Pembangunan Rendah Karbon
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, mengatakan bahwa pembangunan PATS menjadi contoh penerjemahan perencanaan pembangunan nasional menjadi aksi nyata di daerah.
Menurutnya, pemanfaatan energi matahari untuk mengalirkan air ke sawah dan ladang masyarakat membuka peluang bagi petani untuk mengatur masa tanam secara lebih terencana, mengurangi pengeluaran operasional, dan meningkatkan produktivitas.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir, pemerintah desa, kelembagaan petani, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan tersebut.
Teguh juga menyoroti sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Samosir yang disampaikannya menunjukkan tren positif.
“Kita menyaksikan Samosir mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5 persen dan berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63 persen serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89 persen,” ungkap Teguh.
Ia turut menyebut penghargaan di bidang pengelolaan sampah dan lingkungan yang diraih Samosir pada 2026 sebagai salah satu capaian yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurut Teguh, pembangunan PATS menunjukkan bahwa ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kelestarian lingkungan dapat diperkuat secara bersamaan.
“Dengan pembelajaran yang ada di desa ini, secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” ungkapnya.
Sumatera Utara Dukung Transisi Energi di Sektor Pertanian
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah menyampaikan dukungan pemerintah provinsi terhadap implementasi pembangunan nasional di daerah.
Menurutnya, PATS di Samosir menjadi salah satu implementasi transisi energi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mengatakan, pemanfaatan energi bersih untuk pertanian sejalan dengan upaya mendorong pembangunan yang memperhatikan produktivitas ekonomi sekaligus kelestarian lingkungan.
Sebagai daerah pariwisata yang memiliki kekayaan alam Danau Toba, Samosir diharapkan mampu mengembangkan pembangunan yang mengintegrasikan peningkatan produksi pangan dengan perlindungan lingkungan.
“Kita ingin menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia berharap PATS menjadi awal dari semakin luasnya pemanfaatan energi terbarukan untuk pertanian di Sumatera Utara.
Kemitraan Indonesia–Inggris Dorong Pertanian Tangguh Iklim

Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt menyampaikan bahwa pembangunan PATS merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan iklim, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kerja sama UKFCDO dengan Bappenas menunjukkan bagaimana kebutuhan air bagi petani dapat dijawab melalui teknologi bersih yang mendukung produktivitas sekaligus mengurangi emisi.
Freddie mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Samosir, Bapperida Sumatera Utara, Bappenas, pemerintah desa, petani, dan masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan pembangunan tersebut.
Ia juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk mendukung pengembangan sistem PATS berikutnya. “Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kepemilikan lokal yang berkelanjutan, dengan pembelajaran yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Pengelolaan Berbasis Masyarakat untuk Keberlanjutan
Keberlanjutan PATS tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola dan keterlibatan masyarakat dalam pengoperasian serta pemeliharaan fasilitas.
Di Desa Sibonor Ompu Ratus, pengelolaan PATS dilakukan melalui kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan.
Kelembagaan tersebut diharapkan berperan penting dalam memastikan operasional dan pemeliharaan fasilitas berjalan baik sehingga distribusi air dapat mendukung kebutuhan lahan pertanian.
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur, mulai dari dukungan terhadap pembangunan jaringan distribusi hingga pemeliharaan fasilitas setelah beroperasi.
Dengan pengelolaan yang baik, PATS diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi petani melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Peresmian PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus turut ditandai dengan penyematan ulos oleh Bupati Samosir bersama tokoh masyarakat kepada rombongan Bappenas, UKFCDO, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai ungkapan sukacita, penghargaan, dan terima kasih atas dukungan pembangunan di Kabupaten Samosir.
Menuju Pertanian Samosir yang Produktif dan Berkelanjutan

Pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus dan Desa Pakpahan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Dengan cakupan 155 hektare lahan persawahan dan penerima manfaat sebanyak 1.652 petani, kedua fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan ketersediaan air, memperluas peluang tanam, dan mendorong kenaikan produksi padi.
Di sisi lain, pemanfaatan energi matahari membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon, sekaligus mendukung arah pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, keberadaan PATS menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan internasional, kelembagaan petani, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan perencanaan yang terarah, pengelolaan yang baik, dan partisipasi masyarakat, PATS diharapkan menjadi model pengembangan pertanian rendah karbon yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Energi matahari kini menjadi penggerak pertanian berkelanjutan di Samosir. Ketersediaan air yang lebih terjamin, peluang panen yang meningkat, biaya operasional yang lebih efisien, dan lingkungan yang tetap terjaga menjadi fondasi untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***)

