topmetro.news, Labuhanbatu – Terkesan kebal hukum, kios rokok milik inisial Gul, juga dijadikan lokasi pengepulan ilegal Solar bersubsidi dan menuai sorotan tajam masyarakat.
Publik pun mendorong APH melakukan tindak tegas dan menangkap mafia BBM Solar bersubsidi di Kabupaten Labuhanbatu dan Labura.
Pantauan topmetro.news, pengepulan BBM itu berlokasi di Jalan By Pass H Adam Malik Kelurahan Lobusona Kecamatan Rantau Selatan Labuhanbatu Sumut, tidak terlalu jauh dari sebuah SPBU.
Si pemilik bermarga Gul kepada topmetro.news, pada Hari Selasa malam (20/10/2026), bekisar pukul 23.46 WIB, di halaman kiosnya, mengaku bahwa kegiatannya itu ilegal.
“Benar. Kegiatan pengepul BBM Solar bersubsidi yang saya kelola ini benar tidak ada ijin dari pihak Pertamina,” jawab si pemilik pangkalan pengepul.
Dia mengaku, pasokan BBM Solar subsidi ia dapat dari teman-temannya supir.
“Minyak Solar bersubsidi saya beli dari kawan kawan supir mobar truk Colt Diesel. Saya beli dari mereka lah Bang dengan harga per liternya bekisar 8.000 Rupiah. Kemudian saya menjualnya per liter dengan harga 10.000 Rupiah. Dari hasil penjualan, saya dapati keuntungan dari minyak Solar bersubsidi per liternya bekisar 1.500 bahkan 2.000 Rupiah per liternyanya,” jawab si pemilik pangepul.
Gul juga mengaku, setiap harinya ia dapat mengumpulkan Solar bersubsidi sebanyak 10 jerigen dengan kapasitas isi 35 liter, bahkan lebih.
Selanjutnya, Gul pun menanyakan maksud kedatangan wartawan dengan nada intimidasi.
Kedatangan orang Lae ke mari apa? Ke intinya saja, biar jelas. Jangan ke mana pembicaraannya. Jangan berbelit-belit tanya sana sini. Biar tau juga Lae. Di Rantauprapat Labuhanbatu ini, bukan saya saja pengepul minyak Solar bersubsidi seperti ini. Masih banyak lagi lainnya Lae. Ke intinya saja lah. Seperti yang saya katakan tadi, bukan saya saja. Masih banyak lainnya,” katanya.
Selanjutnya, Gul menghubungi seseorang melalui HP-nya. Dugaan topmetro.news, si pemilik menghubungi rekannya diduga kuat beking usaha ilegal miliknya.
Ia juga menyebut, bahwa fasilitas untuk para supir truk selama singgah, sudah tersedia di lokasi kiosnya. “Semua kawan-kawan supir mobil truk singgah sudah kita siap fasilitas Bang. Dari mulai tempat istrahat, kusuk, makan-minum, sudah kita siapkan. Makanya aku meyewa kios di sebelah ini untuk tempat para supir truk yang singgah bisa beristirahat,” katanya seraya menyebut, ia juga menawarkan pakaian supir untuk di-laundry-kan.
Terpantau di lokasi, puluhan truk antri mengular di Jalan Lintas Sumatera – Riau.
Terpisah, masyarakat sekitar mengaku kerap kali dibuat resah dengan maraknya penyalahgunaan Solar bersubsidi itu yang juga menyebabkan antrian panjang di sana.
“Kami warga di sini sudah sangat resah dengan aktivitas dilakukan Gul. Pasalnya, setiap malam antrian truk mengular penyebab macetnya arus lalu lintas di sini Bang,” ujar warga inisial G kepada topmetro.news.
Warga itu juga mempertanyakan, seperti apa penerapan UUD Migas serta sanksi pidana kepada penyalahgunaan BBM subsidi seperti ini.
Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKP Wahyu melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jihad Fajar SIK merespon cepat konfirmasi topmetro.news. Melalui sambungan HP, ia mengatakan akan menindaklanjutinya.
“Ok sy infokan ke kanit tipidter, dimana lokasi,” tulis Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jihad via chat WA-nya.
reporter | Dody

