topmetro.news,Medan- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan. pelatihan Peningkatan Kapasitas Pimpinan Partai di Aula Quba, Gedung Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (31/10). Kegiatan diikuti para Ketua DPW, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Pengurus Partai Gelora Indonesia seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Sumut, Muhammad Nasir, pelatihan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dengan materi berbeda oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ke beberapa provinsi. Di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meliputi Sumut, Aceh, Riau, Kepulauan Riau (Kepri) dan Sumatera Barat (Sumbar) dan kali ini fokus kepada peningkatan kapasitas. “Sebab kehadiran Partai Gelora dalam rangka membangun bangsa dan negara. Apalagi partai ini memiliki visi-misi yang jelas bahwa kita hadir untuk memberikan warna baru di Indonesia,” tegasnya.
Nasir menyebut, pelatihan tahap awal ini diperuntukkan bagi unsur pimpinan mencakup ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara partai dalam rangka memberikan pemahaman tentang kepartaian, khususnya kepada pengurus-pengurus yang baru mendapatkan amanah supaya lebih memahami arah kebijakan Partai Gelora.
Dengan mengikuti pelatihan yang diisi sejumlah narasumber berkualitas ini, sebutnya, nantinya mereka yang sudah mendapatkan pemahaman materi akan termotivasi mengimplementasikan kepada seluruh masyarakat di mana mereka mendapatkan jabatan sebagai perpanjangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mengimplementasikan pemahaman tentang Partai Gelora Indonesia.
Jalankan amanah
Sementara itu, Koordinator Bidang Organisasi DPP Partai Gelora Indonesia, Ustaz M.Syahfan Badri menyampaikan selamat kepada kader yang terpilih untuk menjalankan amanah perjuangan membawa nama Partai Gelora Indonesia di parlemen di daerah masing-masing.
“Yang perlu diingat adalah kata kunci dari Partai Gelora: Harus bersifat seperti gelombang yang tidak pernah diam menyuarakan dan memperjuangkan. Siapa yang disuarakan, siapa yang diperjuangkan? Yaitu rakyat Indonesia yang kita cintai,” pesannya.
Menurutnya, program peningkatan kapasitas pimpinan DPD diluncurkan Ketua Umum Partai Gelora Indonesia dalam rangka memastikan bahwa seluruh elemen pimpinan partai ini di seluruh Indonesia wajib memiliki satu kesadaran untuk tetap menjadikan pengetahuan dan belajar sebagai instrumen dalam berpolitik.
Dikatakan, rata-rata sebagian besar kita adalah para aktivis partai politik, pernah hadir atau ikut dalam sebuah partai politik. Nah, berpolitik bersama Partai Gelora Indonesia adalah berpolitik dengan menjadikan pemikiran dan pengetahuan serta semangat belajar sebagai salah satu instrumen yang harus tetap dijaga bersama.
Pesan ketua umum bagi orang yang bergabung bersama Partai Gelora Indonesia, imbuh Syahfan Badri, Gelora bukan saja institusi politik. Gelora juga sebuah institusi untuk mencetak peradaban. Kalau Gelora seperti partai politik lain yang merupakan institusi politik, maka hanya mengikuti ritme siklus demokrasi lima tahunan yang selalu dari waktu ke waktu yang dipikirkan adalah bagaimana memperbesar share politik di Indonesia. Sedangkan Partai Gelora Indonesia memiliki cita-cita dan visi-misi sangat besar yang jauh melampaui target-target politik pada setiap pemilu.
“Saat pelatihan kita akan perdalam serta mengkaji manifesto partai politik, manifesto politik Partai Gelora, yang intinya bagaimana kita semua di sini hadir bergabung bersama Partai Gelora menyatukan cinta dan cita dalam satu bingkai menjadikan Indonesia kekuatan super power baru dunia,” tegasnya.
Para pemateri yang memberikan pelatihan yakni Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Manajemen dan Organisasi Coach Gunawan dengan tema Pengkondisian dan Penyamaan Persepsi, Wakorbid Seni dan Budaya Coach Ahmad Yani menyoal tentang Seni Komunikasi Efektif. Selanjutnya, Kabid Pembinaan Organisasi Coach Yadhee dengan tema Membangun Team Building, Ketua Pemenangan Teritori (KPT) 8 DKI-Banten Coach Agus Setiawan dan Wasekjen Bidang Manajemen Organisasi Coach Gunawan mengangkat hal tentang Leadership dan Kepemimpinan Organisasi Politik. Pelatihan berlangsung hangat dan komunikatif, sebab antara pemateri dan peserta saling berdialog.
Penulis Erris

