Film Soekarno Tidak Diputar, PDIP Protes

Advertisement

TOPMETRO.NEWS – DPR tidak memutar film dokumenter kerjasama Soekarno dan Kerajaan Arab saat kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Gedung DPR/MPR pada Kamis (2/3) kemarin. Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka menyatakan kekecewaannya. Sedangkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, pemutaran film soal historis kerjasama Soekarno dan Kerajaan Arab Saudi seharusnya ditayangkan di Istana Negara.

“Karena itukan dari masa Raja Faisal tahun 1970 Bung Karno sudah tidak jadi presiden, harusnya film dokumenter itu adanya di Istana. Kalau yang mau ada Bung Karno nya, karena film dokumenter di Istana,” kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (3/3).

Fahri menyebut, arsip DPR terbatas sehingga sulit untuk mendapatkan film dokumenter kisah kerjasama yang dijalin Soekarno bersama Arab Saudi.

“Ya ini kreatif-kreatifnya DPR juga lah, kita kan nyari sendiri barang ini bos. Istana punya semua aparatur, enggak bikin film jangan cemburu dong. Kita kan bikin film murah meriah ini,” terangnya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah menyampaikan pidato di Gedung DPR/MPR pada Kamis (2/3) kemarin. Sebelum berpidato, pihak Kesekjenan DPR memutar film dokumenter kunjungan Raja Arab Saudi yang juga kakek Raja Salman, Faisal bin Abdulaziz Al Saud pada tahun 1970 silam.

Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka mengaku agak kecewa dengan film dokumenter itu. Kekecewaan itu dikarenakan tidak adanya video tentang cerita historis hubungan Presiden RI pertama Soekarno dengan keluarga Kerajaan Arab Saudi.

“Yang saya agak kecewa tidak ada cerita tentang Soekarno ya. Seperti terputus begitu. Padahal sesungguhya kalau kita mengambil, kebetulan saya Duta Asing Republik Indonesia, sebetulnya ada arsip ataupun dokumen tentang kerja sama yang sudah lama banget,” kata Rieke.

Rieke mengatakan, seharusnya ditampilkan video soal peran Soekarno terhadap pembangunan di Arab Saudi. Semisal, sumbangan konsep Soekarno dalam renovasi Masjidil Haram.

“Tentang bagaimana seorang Soekarno memberikan sumbangsih arsitekturalnya terhadap renovasi Masjidil Haram misalnya. Kemudian beliau juga yang membawa pohon untuk penghijauan di Arafah. Videonya hanya soal Raja Faisal tentang kunjungan di Parlemen,” tandasnya.(TMN)

 24 total views,  1 views today

Advertisement

Related posts

Leave a Comment