#

Produksi Handsanitizer USU Tahan Dari Panas Ekstrim

Produksi Handsanitizer USU Tahan Dari Panas Ekstrim
Advertisement

topmetro.news- Cara pandang masyarakat terhadap Pandemi Covid-19 telah mengubah tingkat kesadaran masyarakat kita Medan betapa pentingnya akan menghindari virus Covid 19 dengan melakukan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak , menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Artinya, untuk menjaga terpapar dari virus Covid 19 ini, masyarakat kota Medan wajib menyiapkam Handsanitizer ketika bepergian.

Namun, untuk mendapatkan handsanitizer kualitas baik gampang-gampang sulit. Terkadang, banyak handsanitizer yang dijual bebas di pasaran belum memenuhi standar kesehatan.

Lalu, untuk memenuhi kebutuhan Handsanitizer ini, Universitas Sumatera Utara berupaya melakukan berbagai penelitian maupun eksprimen.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi para peneliti di Universitas Sumatera Utara (USU) untuk memproduksi handsanitizer dengan kestabilan yang akan tetap terjaga meski kondisinya dalam panas ekstrim atau dengan kondisi yang tidak sesusai dengan peyimpanan, tapi kadar alkohol di dalamnya tetap setinggi 70 persen.

Belum lama ini, Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 USU merilis keberhasilan mereka memproduksi handsanitizer. Diyakini lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan dari kuman. Produk handsanitizer tersebut sudah dipakai untuk kalangan internal kampus.

Keinginan

Ketua Tim Inovasi Mitigasi Covid 19 USU, Apt Imam Bagus Sumantri SFarm MSi pada Rabu (2/6/2021), mengatakan ide memproduksi handsanitizer berawal dari keinginan mereka untuk memproduksi handsanitizer yang sifatnya lebih stabil dan efektif memberikan perlindungan.

“Kami harap produk ini bisa memberikan perlindungan 99 persen terhadap kuman terutama di tangan, karena tangan merupakan organ tubuh yang selalu bersentuhan dengan apapun,” ucap Imam Bagus Sumantri didampingi rekan-rekannya Apt Henny Sri Wahyuni SFarm MSi, Apt Lia Laila SFarm MSi, Apt Sri Yuliasmi SFarm MSi dan drg Rika Rika Mayasari Alamsyah MKes.

Imam Bagus Sumantri mengatakan produk handsanitizer yang mereka produksi telah melalui beberapa pengujian.

Hasilnya, handsanitizer yang mereka produksi lebih stabil dibanding handsanitizer lainnya.

“Kestabilan itu akan terus tetap terjaga walaupun kondisinya dalam panas ekstrim atau pun bisa dikatakan kondisinya tidak sesusai dengan peyimpanan, tapi kadar alkohol di dalam tetap kami upayakan setinggi 70 persen,” bebernya.

“Jadi kami beberapa kali melakukan pengujian kadar alkohol tetap stabil di angka 70 persen,” imbuh Imam Bagus lagi.

Diproduksi Massal

Lanjut Imam, di tengah situasi pandemi Covid-19 handsanitizer adalah barang wajib yang senantiasa harus ada di berbagai tempat apakah di kantor, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pusat-pusat keramaian hingga barang pribadi, semisal tas dan mobil pribadi.

Di sisi lain mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer juga bagian penting dari gerakan disiplin protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak. Sehingga, Imam optimis bukan tidak mungkin handsanitizer berkualitas akan menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Ke depannya, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap handsanitizer berkualitas yang akan semakin tinggi, lanjut Imam. Maka produk buatan para peneliti USU ini akan siap untuk diproduksi secara massal.

“Kami berupaya handsanitizer produk USU ini sudah siap untuk diproduksi massal. Agar bisa digunakan masyarakat, dan dijual dengan harga terjangkau,” sebutnya.

“Saat ini memang masih pemakaian secara internal, namun sudah kita hak patenkan dengan pemberian merk dagang ke Kemenkum HAM. Kita juga sudah melakukan namanya izin edar dari Kemenkes,” jelas Imam.

Sebelumnya, masih kata Imam, pihaknya melakukan kerjasama produksi secara massal skala industri bersama dengan salah satu industri milik alumni. Sehingga bisa produksi 1000 liter atau setara dengan 10 ribu botol.

Produksi 10 ribu botol ini penggunaannya masih seara internal yakni di lingkungan USU, pungkas Imam.

Penulis: Erris Julietta Napitupulu

Advertisement

Related posts

Leave a Comment