Diduga Dibekingi Oknum Polisi, Judi di Asahan Tumbuh Subur

judi di Asahan
Advertisement

topmetro.news – Judi ketangkasan Game Zone di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan terkesan teroganisir. Ratusan mesin judi inipun tersebar di berbagai lokasi di Kabupaten Asahan, khususnya di Kota Kisaran.

Mirisnya, meski di depan mata, Pihak Kepolisian seolah-olah menutup mata dari perbuatan yang melanggar hukum itu.

“Para bandar berani membuka lokasi judi karena sudah pasti dibeking oknum. Dan sudah pasti oknum tersebut mendapat keuntungan dari lokasi,” kata salah seorang warga Jalan Diponegoro, Kisaran yang tak bersedia disebutkan namanya kepada topmetro.news (Koran Top Metro), Kamis (13/1/2022).

Pria bertubuh jangkung ini juga menuturkan, sebelum membuka lokasi judi biasa para bandar judi ini “izin” terlebih dahulu ke oknum polisi.

“Izin dulu bang, istilahnya kulonuwun. Kalau gak, pasti disikat orang itu bang,” jelasnya.

Bandar Judi Pria Keturunan

Seperti di Jalan Perintis Simpang Empat Batu 7, lokasi ini dimiliki pria keturunan tionghua berinisial AC.

“Semua tahu bang, siapa pemiliknya. Tapi itulah, tidak ada tindakan dari kepolisian. Kalau dibilang tidak tahu, tidak mungkin,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, ada juga lokasi judi yang dimiliki salah satu ketua Ormas.

“Pokoknya yang penting kordinasi bang. Kalau sudah koordinasi dengan oknum, lokasi-lokasi judi ini sudah bebas beroperasi,” tuturnya.

Menanggapi itu, Ketua DPW Jaring MAHALI (Mahasiswa LIRA) Provinsi Sumut Aji Lingga mendesak, agar Kapoldasu segera bertindak.

“Tindakan para oknum yang membiarkan lokasi-lokasi sangat disayangkan. Seharusnya mereka memberi kenyamanan di masyarakat, bukan sebaliknya. Kapolda Sumut harus segera bertindak dan memberi sanksi kepada anggota yang terbukti membekingi maupun yang membiarkan lokasi-lokasi judi-judi ini tumbuh subr,” kata Ajie Lingga kepada topmetro.news (Grup Koran Top Metro), Kamis (13/1/2022).

Ajie menambahkan, polisi juga harus memperbaiki imagenya, jangan sampai kesan Polisi yang selama ini sudah baik dimata masyarakat, jadi rusak gara-gara oknum yang mengutamankan kepentingan pribadi.

“Jangan sampai masyarakat yang turun tangan, kalau saja polisi tidak bisa menutup lokasi-lokasi judi ini,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, praktik judi bermoduskan game ketangkasan semakin marak di Asahan, khususnya Kota Kisaran. Anehnya, walaupun sudah sering diimbau tutup, game berjenis tembak ikan ini bahkan semakin menjamur. Terakhir, Asahan dituding masuk dalam darurat judi.

Beberapa lokasi yang diduga praktik judi game katangkasan di Kota Kisaran. Seperti di jalan Imam Bonjol, Jalan Wahidin, Jalan Sisingamaraja, Jalan Diponegoro, Jalan Sutomo, Jalan Panglima Polem, Jalan Perintis Simpang Empat Batu 7.

Diketahui game judi ikan ini, beroperasi mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Biasanya satu lokasi, terdapat 7 mesin game yang bisa dimainkan 6 hingga 8 orang secara bersama-sama.

TIM

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment