Dinilai tidak Profesional, Pembangunan Jembatan Natal – Batahan Menuai Sorotan Masyarakat

Pembangunan jembatan penyeberangan di ruas jalan Kecamatan Natal - Kecamatan Batahan, tampaknya mulai membuat gerah para tokoh di Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Advertisement

topmetro.news – Pembangunan jembatan penyeberangan di ruas jalan Kecamatan Natal – Kecamatan Batahan, tampaknya mulai membuat gerah para tokoh di Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, hingga kini proyek pembangunan jembatan berbiaya puluhan miliar ini terkesan terbengkalai.

Kondisi ini terungkap dari salah satu tokoh di Pantai Barat, Ali Hanafiah, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Madina 2004-2014 dari Partai PDI Perjuangan, kepada topmetro.news, Selasa (15/11/2022).

“Saya bersama masyarakat di kawasan ini merasa lucu. Coba bayangkan. Hanya untuk membuat jembatan sementara saja, agar warga bisa tetap bisa menyeberang, pihak kontraktornya kesulitan. Kita anggap kontraktornya seolah-olah tidak profesional,” ungkapnya kesal.

Ali juga mengatakan, pekerjaan itu baru terlaksana sekitar empat bulan. Seharusnya, kontraktor besar mempunyai dana awal untuk memulai pekerjaan. Sehingga untuk pekerjaan-pekerjaan awal bisa ditanggulangi terlebih dahulu sebelum keluar pembayaran dari pihak pemberi pekerjaan.

Menurut Ali, jembatan yang saat ini sedang dibangun merupakan satu-satunya akses jalan ke Kecamatan Batahan. Sehingga akses jembatan ini sangat vital dan penting bagi masyarakat.

“Jembatan ini merupakan akses penting. Ada jalan alternatif memang. Hanya saja jarak tempuhnya sangat jauh. Bahkan jika kondisi hujan seperti saat ini, bisa banjir,” jelasnya.

Progres

Sementara itu, Rahmat, PPK Pembangunan Jalan Kecamatan Natal-Batahan yang dihubungi via seluler mengatakan, progres pembangun Jembatan Natal-Batahan sudah mencapai 15 hingga 20%. Dia juga mengatakan pihak kontraktor dalam pekerjaan ini tidak mendapatkan dana pendahuluan.

“Tidak ada dana pendahuluan. Pihak kontraktor dibayar berdasarkan progres pekerjaan. Untuk saran dari masyarakat, saat ini pihak kontraktor sedang melakukan perbaikan jembatan sementara,” jelas Rahmat.

Rahmat berharap, masyarakat dan semua pihak bisa memberikan dukungan berupa doa kepada pihak kontraktor agar segera menyelesaikan pekerjaan jembatan tersebut. Ia mengatakan, pembangunan ini merupakan proyek multiyears dan berdasarkan rencana, akan selesai Bulan Oktober 2023.

“Rencananya jembatan ini akan selesai di Bulan Oktober 2023. Ini proyek multiyears. Mohon dukungan doa dari semua pihak agar pekerjaan ini selesai dengan segera dan aman-aman saja,” tuturnya.

Proyek pembangunan Jembatan Kecamatan Natal – Batahan, seperti yang tercantum dalam Portal LPSE Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bernilai Rp39 miliar. Pelaksana pekerjaan adalah PT Satu Tiga Mandiri beralamat di Jalan Danau Singkarak Gang Mesjid Nomor 117 Medan, Sumut.

reporter | Jeffry Barata Lubis

Advertisement

Related posts

Leave a Comment