Mulai Menunjukkan Hasil, Upaya Normalisasi Sungai Kolaborasi Pemkab Sergai-TJSLP Makin Intensif

Berbagai upaya aktif dilakukan Pemkab Sergai untuk mengatasi permasalahan banjir di beberapa kecamatan. Salah satunya lewat aksi normalisasi sungai yang semakin gencar.
Advertisement

topmetro.news – Berbagai upaya aktif dilakukan Pemkab Sergai untuk mengatasi permasalahan banjir di beberapa kecamatan. Salah satunya lewat aksi normalisasi sungai yang semakin gencar.

Hal ini terbukti saat Bupati Sergai H Darma Wijaya menyerahkan alat berat berupa eskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sergai. Serah terima eskavator ini berlangsung pascarapat koordinasi antara Bupati dan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Berlangsung di halaman Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (18/11/2022).

Dalam keterangannya, Bang Wiwik, sapaan akrab Bupati, mengungkapkan, normalisasi merupakan salah satu usaha utama untuk mengatasi luapan air. Apalagi dalam musim penghujan seperti sekarang. DIa menyebut, meskipun bencana alam adalah kuasa Tuhan yang tidak bisa dilawan, namun pihaknya tetap berupaya melakukan ikhtiar mengatasi banjir lewat serangkaian aksi, terutama normalisasi.

“Dengan normalisasi, sedimentasi sungai bisa dikurangi, lebar sungai juga ditambah, sehingga diharapkan dapat menampung debit air yang sangat tinggi di musim hujan untuk meminimalisir banjir,” terangnya.

Bang Wiwik mengatakan, sinergi dengan TJSLP benar-benar memberi sokongan berarti. Mengingat Pemkab Sergai tidak memiliki kewenangan pada area sungai.

“Eskavator ini masih baru dan kita beli dengan dana P-APDB. Mudah-mudahan masyarakat, terutama di sekitaran aliran sungai, dapat segera merasakan manfaatnya,” harap Bupati.

Ketua Tim Teknis Forum TJSLP Sergai Darwis, menginformasikan, pihaknya telah menuntaskan tahapan pertama normalisasi sungai sepanjang 7 km. Dan saat ini sedang memasuki tahap kedua dengan target kerja 8 km sampai Desember tahun ini.

Ia mengklaim, normalisasi telah menunjukkan hasil cukup signifikan dalam mengendalikan banjir. “Misalnya saja di Desa Mangga Dua. Biasanya tak perlu waktu lama, kalau hujan langsung banjir. Sekarang sudah lebih terkendali. Bantuan eskavator ini jelas akan sangat membantu. Kalau sebelumnya alat berat kita sewa, sekarang dengan adanya eskavator ini, maka biaya operasional bisa lebih kita tekan,” katanya.

penulis | Erris JN

Advertisement

Related posts

Leave a Comment