Uang Rusak di ATM, Kata Bank Mandiri, itu Kerjaan Vendor

Belum lama ini, seorang nasabah Bank Mandiri mendapatkan uang sobek dari sebuah ATM berlokasi dalam sebuah swalayan di kawasan Simpang Beo Tebingtinggi.
Advertisement

topmetro.news – Belum lama ini, seorang nasabah Bank Mandiri mendapatkan uang rusak dari sebuah ATM berlokasi dalam sebuah swalayan di kawasan Simpang Beo Tebingtinggi.

Saat itu, Minggu (22/11/2022), nasabah bernama Raja P Simbolon tersebut menarik uang dari ATM. Namun kemudian ternyata, salah satu uang dari mesin tunai tersebut rusak lumayan parah.

Bagian bawah uang pecahan Rp50 ribu tersebut terlihat hilang membentuk segiempat dengan ukuran kurang lebih 1,5 cm kali 1,5 cm. Selain itu, lembaran uang pun sudah lusuh dan ada yang hilang di beberapa sisi.

Dua hari kemudian, tepatnya, Selasa (22/11/2022), sang nasabah pun melaporkan hal tersebut ke Kantor Cabang Pusat Bank Mandiri di Medan. Di mana staff di kantor tersebut langsung merespon laporan nasabah dan menggantikannya dengan uang yang utuh.

Vendor

Saat nasabah, yang kebetulan juga adalah wartawan topmetro.news menanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi (uang tidak layak pakai masuk ATM), mereka menyebut bahwa soal ATM adalah kerjaan pihak ketiga.

General Banker Manager Saslah yang menerima nasabah yang juga wartawan tadi mengatakan, ada banyak vendor yang menangani soal ATM.

Menjawab pertanyaan, apakah vendor-vendor itu lepas begitu saja dari Bank Mandiri, ia mengatakan, tidak.

Oleh karena itu, mewakili Bank Mandiri, ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Juga berjanji akan menyampaikan kejadian itu ke manajemen, untuk di kemudian hari tidak terulang lagi.

Saslah pun kemudian menanyakan, apa ada saran-saran dari nasabah yang juga kebetulan awak media terkait Bank Mandiri. Oleh si nasabah dikatakan, bahwa sejujurnya tidak begitu ada lagi saran karena pada dasarnya pelayanan dan kualitas bank tersebut sudah bagus.

Justeru karena kualitas Bank Mandiri yang sudah dikenal bagus itulah, maka si nasabah merasa heran, kok bisa ada kejadian seperti yang dialami.

“Sejujurnya, sebagai nasabah, saya merasa tidak ada lagi yang mau saya sarankan, karena pada dasarnya memang sudah bagus. Makanya saya heran, kok bisa ada kejadian seperti ini,” katanya.

Mendengar penuturan itu, General Banker Manager Saslah pun kembali menyampaikan permohonan maaf.

reporter | Jeremi Taran

Advertisement

Related posts

Leave a Comment