Razia Pekat Satpol PP Diwarnai Protes Pemilik Rooney Hotel

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar gencar melaksanakan razia pekat ke beberapa hotel, dengan maksud menjaga kondusifitas kamtibmas.
Advertisement

topmetro.news – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Siantar gencar melaksanakan razia pekat ke beberapa hotel, dengan maksud menjaga kondusifitas kamtibmas.

Menariknya, selama razia berlangsung, salah satu pemilik hotel sempat memberontak, Kamis (8/12/2022), sekira pukul 22.30 WIB.

Pemimpin razia pekat tersebut adalah Kasi OPS Arpin Sinaga.

Pantauan di lokasi, Satpol PP bersama aparat penegak hukum santer merazia hotel yang disinyalir sebagai tempat prostitusi. Hal itu agar meminimalisir penyakit masyarakat. Terbukti, petugas berhasil mengamankan tiga pasangan di luar nikah dan satu wanita tanpa pasangan dari dalam kamar hotel.

Menariknya, pemilik Rooney Hotel (RedDorz) yang berlokasi di Jalan Palangka Raya Siantar Timur, Kota Siantar, tepatnya belakang Paradep Taxi, sempat melakukan ‘pemberontakan’ kepada petugas. Ia keberatan tempat usahanya masuk dalam target razia.

“Apa maksud kalian merazia ini. Saya demi kebenaran tidak ada takutnya. Kulawan kalian semua. Tunggu, kutelpon dulu semua anggota PPB biar turun mereka ke sini. Kalian pake otaklah merazia. Kami bukan teroris atau bandar narkoba,” teriak pria Marga Manurung selaku pemilik usaha kepada petugas.

“Datang dulu kalian ke sini belakang Paradep. Diganggu tempatku. Razia gabungan ini Satpol PP. Ada polisi sama Polisi Militer (PM). Datang dulu biar jelas permasalahannya. Soalnya udah dua kali mereka razia tak jelas ini hukumnya,” sebutnya sambil menelepon seseorang.

Tidak sampai di situ, pria berbadan gemuk itu juga tampak meninggikan nada suaranya kepada petugas yang menjadi pemicu keributan. Sehingga suasana memanas.

Sontak warga sekitar langsung meramaikan lokasi lantaran sempat terjadi adu mulut dan pemberontakan pemilik usaha kepada petugas yang mengakibatkan satu kaca spion mobil petugas pecah.

Upaya Sogok

“Kita bayar pegawai jutaan loh. Kalau kalian mau duit datang aja 3-4 orang biar kami kasih. Tiap hari pun gak apa-apa. Kerja kalian pun tiap hari di ‘Kok Tong’ ngopi sambil main ‘Sketter’,” tudingnya bernada tinggi.

“Suruh ketua kalian Samosir (Kasatpol PP) datang ke sini. Kami mau bicara. Izin kami sudah lengkapi. Pajak kami bayar sesuai Peraturan Pemerintah Daerah. Jangan suka-suka kalian merazia tempat kami. Kemarin kalian sudah kami somasi, tapi tidak kalian balas,” cetusnya masih bernada tinggi.

Namun para petugas tidak menggubris ucapan pria itu. “Tak ada hak kalian memanggil pimpinan kami. Kami tugas sesuai peraturan dan dibekali SPT. Jangan pula kalian menghalang-halangi tugas kami,” ucap seorang petugas berbadan tegap.

Selanjutnya, demi menghindari keributan yang lebih besar petugas memilih pergi meninggalkan lokasi dan kembali ke Kantor Satpol PP, meskipun pemilik usaha hotel sempat menghadang.

penulis | Agustian Tarigan

Advertisement

Related posts

Leave a Comment