Pasca-Pertemuan dengan Forkopimca Tanjungpura, Puluhan Oknum Preman Berkedok Organisasi FTI-73 Keroyok Anggota F.SPTI-K.SPSI

Pertemuan yang digagas jajaran Forkopimca Kecamatan Tanjungpura terkait permasalahan kewenangan pekerja bongkar muat di Pajak Pasar Baru Pekan Tanjung Pura pada pekan lalu, ternyata tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

topmetro.news – Pertemuan yang digagas jajaran Forkopimca Kecamatan Tanjungpura terkait permasalahan kewenangan pekerja bongkar muat di Pajak Pasar Baru Pekan Tanjungpura pada pekan lalu, ternyata tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Pasalnya, pihak organisasi pekerja PUK FTI-73 yang diwakili Ketua Rayon FKPPI Kecamatan Tanjungpura bernama Aan berbeda sikap dari kesepakatan pernyataan kerjasama antara kedua belah pihak dalam kegiatan bongkar muat.

Semula, di depan Kapolsek Tanjungpura, Camat Tanjungpura, perwakilan pedagang, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Langkat, perwakilan Disperindag Langkat dan perwakilan Kesbanglinmas Langkat, Aan yang sejatinya tidak memiliki hak untuk mengikuti pertemuan tersebut karena bukan merupakan Ketua PUK Pajak Pasar Baru Tanjungpura, berjanji akan terus menjaga kekondusipan di pasar tersebut dengan cara bekerjasama dengan PUK F.SPTI-K.SPSI Tanjungpura pimpinan Ferry (organisasi pekerja bongkar muat resmi pimpinan Sejarahta Sembiring).

Namun, saat akan membicarakan bentuk kerjasama tersebut, Aan sepertinya berbeda sikap. Artinya, para pekerja bongkar muat yang sejatinya dikelola PUK F.SPTI-K.SPSI boleh bekerja asal tidak membawa bendera organisasi pekerja. Maksudnya, para pekerja bongkar muat di Pajak Baru Pekan Tanjungpura harus di bawah kendali FTI-73.

Sehingga, sudah pasti pihak PUK F.SPTI-K.SPSI Kecamatan Tanjungpura Keberatan. Apalagi saat disinggung masalah voting pengelolaan persatuan para pedagang antara Aan dengan Ferry, tidak ada terkait dengan masalah bongkar muat. Karena Aan bukan merupakan Ketua PUK Pajak Pasar Baru, namun Ketua Rayon FKPPI Tanjungpura.

Bahkan, Ketua PUK FTI-73 bernama Khairul Umri alias Oom (48) telah dilaporkan dalam kasus dugaan penggelapan oleh perwakilan para pedagang ke Polsek Tanjungpura pada Kamis, (9/11/2023) lalu semasa Kapolsek Tanjungpura dipimpin AKP Surachman.

Namun, laporan dugaan penggelapan bernomor : STPLP/B/99/XI/2023/SPKT/POLSEK TANJUNG PURA/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT tertanggal 08 November 2023 tersebut sudah berjalan 7 bulan sampai saat ini belum jelas tindaklanjutnya.

Bahkan, para pedagang membuat surat pernyataan menolak urusan bongkar muat jika dipimpin Ketua PUK FTI-73 dipimpin Khairul Umri alias Oom.

Buntutnya, pengelolaan Pajak Pasar Baru Pekan Tanjungpura seolah dikuasai oleh ormas FKPPI di bawah pimpinan Aan dan mengusir para pekerja PUK F.SPTI-K.SPSI Kecamatan Tanjungpura pimpinan Ferry yang selama ini bekerja melakukan bongkar muat di Pajak Pekan Pasar Baru tersebut.

Sehingga, oknum-oknum preman berkedok FTI-73 tersebut melakukan intimidasi dan penganiayaan kepada para pekerja PUK F.SPTI-K.SPSI Pajak Pekan Pasar Baru Tanjungpura.

Penganiayaan pertama yang dialami pekerja bongkar muat sudah dilaporkan ke Polsek Tanjung Pura dengan Nomor: STPLP/B/31/IV/2024/SPKT/POLSEK TANJUNG PURA/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT pada Kamis (25/4/2024).

Pelaporan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami korban Syahrial ini juga hingga saat ini seolah belum ditindaklanjuti. Para terduga pelaku penganiayaan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum-oknum preman berkedok FTI-73 tersebut masih bebas berkeliaran dan kembali melakukan aksi premanisme terhadap korbannya para pekerja bongkar muat dari PUK F.SPTI-K.SPSI Tanjungpura yang diketuai Ferry.

Terbaru, para oknum-oknum kelompok preman berkedok FTI-73 kembali melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada tiga pekerja bongkar muat PUK F.SPTI-K.SPSI Kecamatan Tanjungpura pada Kamis (9/5/2024) sore.

Akibat peristiwa aksi barbar premanisme tersebut, para korban masing-masing bernama M Syafri Simanjuntak, Abdul Hamit Manurung, dan Rony mengalami luka lebam dan benjol di bagian area pelipis mata dan luka di beberapa titik. Bukan itu saja, salah seorang korban juga merasakan sakit di bagian kepala dan mual.

Hal ini sesuai dengan Surat Laporan Polisi Nomor: STPLP/B/214/V/2024/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMUT tertanggal 9 Mei 2024 sekira pukul 19.00 WIB atas nama salah satu korban pelapor M.Safri Simanjuntak (47) warga Benteng Sepakat Kelurahan Tanjungpura.

Korban yang dikeroyok oknum para preman pasar diduga dilakukan para pelaku bernama Budi, Angkot, Ripal, Gio, dan Ijol tersebut sempat diinjak-injak kelompok pelaku.

“Kami bukan tidak berani melawan. Kami sanggup melawan mereka dan melenyapkan para kelompok premanisme berkedok, FTI-73 tersebut dari Pajak Pekan Tanjungpura ini. Tapi kami ini memilih tetap menjaga kekondusifan di Pajak Pekan Pasar Baru ini. Kami memang sengaja tidak melakukan perlawanan agar warga yang akan berbelanja tidak terganggu dan tetap nyaman. Sesuai misi dan visi yang disampaikan Ketua DPC F-SPTI-K.SPSI Kabupaten Langkat Sejarahta Sembiring, agar para PUK terus berupaya menjaga kekondusifan di wilayah kerjanya masing-masing, khususnya di seluruh wilayah Kabupaten Langkat. Kami bukan kelompok preman, tapi kami para pekerja bongkar muat. Tapi harus digarisbawahi, kami juga siap bertempur mati-matian demi berlangsungnya kehidupan keluarga kami. Kami juga bukan pecundang. Kami juga sebenarnya siap meladeni aksi premanisme kelompok mereka. Tapi kami ini hanya ingin bekerja demi kelangsungan hidup keluarga kami dengan melakukan bongkar muat dan menjaga kenyamanan warga yang berbelanja di Pajak Pekan Pasar Baru Tanjungpura ini,” ujar Ketua PUK F.SPTI-K.SPSI Tanjungpura Ferry kepada topmetro.news di Polres Langkat, Kamis (9/5/2024) malam kemarin.

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum DPC F.SPTI-K.SPSI Kabupaten Langkat dari Kantor Hukum BgGinting dan Rekan, Rahmat SH, meminta agar Kapolres Langkat, khususnya Kapolda Sumut harus mengambil sikap tegas terhadap para pelaku premanisme di seluruh wilayah Kabupaten Langkat.

“Kita saat ini tetap fokus kepada kasus-kasus yang telah dilaporkan oleh PUK F.SPTI-K.SPSI Kecamatan Tanjungpura yang belum ditangani secara presisi oleh jajaran Polsek Tanjungpura. Baik terkait laporan dugaan penggelapan maupun laporan penganiayaan serta pengeroyokan terhadap korban Syahrial yang belum jelas perkembangan penanganan hukumnya sampai saat ini. Kita juga akan melaporkan Kapolsek beserta para penyidiknya ke Bid Provam Polda Sumut,” ujar Rahmat SH.

Terkait pelaporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami para korban oleh oknum-oknum kelompok premanisme berkedok FTI-73 di Polres Langkat, Rahmat mempercayai profesionalisme kinerja para penyidik.

“Kita tetap percaya dan berkeyakinan jika penyidik di Polres Langkat akan bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel untuk mengungkap dan menangkap para terduga pelaku demi penegakan hukum yang presisi sesuai harapan Kapolri,” ungkap Rahmat.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment