Review Film How To Make Millions Before Grandma Dies

How To Make Millions Before Grandma Dies menjadi salah satu film yang banyak dibicarakan saat ini. Sebagai film impor Thailand yang perdana tayang di Indonesia sepekan yang lalu, film ini dapat dikatakan sukses karena telah mengantongi hampir 600 ribu penonton. Di Negara asalnya sendiri How To Make Millions Before Grandma Dies telah menjadi film terlaris di box office Thailand 2024.

Disutradarai oleh Pat Boonnitipat, seorang yang juga menjadi sutradara di film Bad Genius, project S the Series, dan Diary of Tootsies. Melalui sentuhan Pat, film terbarunya  berhasil membawa setiap penonton pada isak tangis yang akan terdengar sayup di setiap penghujung film. Film yang bergenre drama keluarga dan dibalut dengan unsur komedi, membuat film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga.

Film ini menceritakan tentang dinamika keluarga yang begitu kompleks dan penuh tantangan. Dengan berbagai watak yang unik pada masing-masing anggota keluarga membuat cerita dari film yang satu ini semakin seru. Aktor utama yang memerankan film ini adalah  Usha Seamkhum , BIllkin,  Tontawan Tantivejakul, Sarinrat Thomas, Sanya Kunakorn, Pongsatorn Jongwilas, dan Himawari Tajir.

Scene Film dimulai dengan menampilkan satu keluarga yang sedang berziarah. Dalam adegan ini setiap tokoh diperkenalkan secara singkat bagaimana karakternya masing-masing. Dalam keluarga tersebut ada seorang nenek yang memiliki tiga anak yaitu,  Kiang sebagai anak laki-laki tertua, Chew anak perempuan, dan Soei sebagai anak bungsu. Selain itu nenek tersebut juga memiliki cucu bernama M dan Rainbow.

Pada scene selanjutnya di perlihatkan nenek dibawa kerumah sakit karena jatuh saat menabur bunga di kuburan. Setelah melakukan pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa nenek telah mengidap penyakit kanker stadium 4. Dokter yang menangani menjelaskan bahwa umur nenek tersebut kurang lebih satu tahun lagi.

M yang mengetahui hal itu diam-diam  mempunyai akal bulus untuk menguasai rumah nenek yang dia harap akan diberikan kepadanya setelah neneknya tiada. Agar mendapatkan hati si nenek M memutuskan pindah ke rumah nenek dan berniat mengurus nenek setiap hari.

Walaupun sempat mengalami penolakan tetapi seiring berjalannya waktu kehadiran M dirumah nenek membawa kebahagian tersendiri bagi nenek. Namun keadaan itu mulai berubah saat si nenek tanpa sengaja mengetahui  rencana M.

Pertarungan antara cinta dan materi tergambarkan dengan jelas pada jalan cerita film. Konflik batin yang dipicu oleh keegoisan Mendera tokoh utama. Hubungan keluarga yang semakin tidak harmonis diujung hayat nenek menjadi klimaks masalah dalam film  How To Make Millions Before Grandma Dies.

Selain itu pemilihan latar tempat pinggiran kota dalam film ini menambah nuansa kehidupan sosial menengah-bawah. Membuat kisah yang tersajikan semakin real dan aktual dengan konteks dinamika keluarga yang memiliki status sosial rendah. Selain itu pengambilan gambar di pinggiran rel kereta, scene mengantri di rumah sakit pada subuh hari menjadi momen yang sering dialami oleh masyarakat kelas bawah dalam kehidupannya.

Faktor yang paling penting dalam keberhasilan film ini adalah keterampilan para aktor utama dalam mengembangkan karakter masing-masing tokoh, sehingga terlihat alami dan sejalan dengan alur ceritanya.

Penasaran dengan film yang satu ini ? segera tonton dibioskop kesayangan kalian

penulis : Agung Bukit

Related posts

Leave a Comment