topmetro.news, Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas tampil komunikatif dan membumi saat membawakan materi ‘Entrepreneurial Mindset for Young Innovators’, pada kegiatan ‘Studium Generale’, Selasa (28/4/2026), di kampus Binus Medan.
Tidak sekadar memaparkan konsep, Rico Waas aktif mengajak mahasiswa berdialog, menggali mimpi, sekaligus menantang mereka berani mengambil langkah.
Di hadapan mahasiswa, Rico Waas menegaskan bahwa pola pikir wirausaha tidak lahir dari zona nyaman. Ia merinci sejumlah kunci penting, mulai dari cara melihat masalah hingga keberanian menghadapi kegagalan.
“Setiap masalah itu peluang. Ada masalah, jadikan peluang,” ujarnya seraya mencontohkan, masalah lapar membuka peluang membuka restoran.
“Selain itu, Rico menekankan pentingnya menciptakan solusi kreatif dari setiap persoalan. Menurutnya, dunia usaha lahir dari kemampuan membaca kebutuhan dan menjawabnya dengan cara yang inovatif.
“Setiap permasalahan pasti ada solusinya. Tugas kita menciptakan solusi itu,” ucapnya.
Suasana semakin hidup ketika Rico mengajak dialog langsung mahasiswa yang bercita-cita membuka usaha kafe. Ia mengulik soal kesiapan dan tantangan, termasuk persoalan modal.
“Kalau tidak punya uang, bagaimana? Bisa cari investor, bisa pinjam bank. Risiko nggak? Risiko. Tapi harus terukur,” tegasnya.
Menurut Rico, keberanian mengambil risiko adalah ciri utama seorang entrepreneur, namun tetap harus disertai perhitungan matang.
Tahan Banting
Tak hanya itu, Rico juga menekankan pentingnya mental tahan banting. Ia bahkan menghadirkan analogi ringan lewat dialog dengan seorang mahasiswa, Felicia, soal pengalaman putus hubungan.
“Kalau putus, cari yang baru,” jawab Felicia spontan, memancing tawa.
Rico kemudian mengaitkannya dengan dunia usaha. “Kalau usaha gagal, jangan takut mulai yang baru. Jangan dipaksakan kalau memang sudah tidak punya market,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. “Seorang pengusaha tidak pernah takut gagal. Kalau jatuh, bangkit lagi,” tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Rico menambahkan bahwa generasi muda juga harus adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi agar mampu bertahan di tengah perubahan.
Dengan gaya interaktif dan penuh contoh konkret, Rico tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan keberanian dan cara berpikir kreatif kepada mahasiswa untuk mulai melangkah.
penulis | Erris JN

